oleh

26 Rumah Rusak Berat Akibat Terjangan Puting Beliung di Taput

TARUTUNG – realitasonline.id | Langit disebagian bumi Tapanuli Utara seketika mendung, bersamaan hujan lebat turun bak ditumpahkan dari atas , sesekali suara petir menggelegar membuat situasi mencekam dan warga ketakutan.

Itulah yang menerpa penduduk yang bermukim di desa Hutatoruan I, desa Parbubu Pea Kecamatan Tarutung. Situasi serupa dihari yang sama dialami penduduk desa Lumban Siagian Jae, desa Enda Portibi dan desa Siraja Hutagalung ketiganya di Kecamatan Siatas Barita.

Tidak saja hujan lebat dan suara  petir menggelegar menghantui warga, tanpa diprediksi ditengah hujan lebat sekonyong-konyong pusaran angin puting beliung menyerang dan memporak perandakan sebagian atap rumah warga bukan saja atap terbuat dari seng yang beterbangan tetapi juga melepas rangka atap,sebut beberapa warga korban.

Peristiwa bencana alam puting beliung seperti diwartakan media ini, terjadi Senin (8/3) sore di dua wilayah kecamatan bertetangga itu.

Warga menjemur kain dan perabotan rumah yang basah oleh terpaan air hujan. (foto marudut/Realitasonline)

Selasa (9/3) wartawan Realitasonline turun ke lokasi, di desa Parbubu Pea, pagi itu cuaca cerah dengan sinar matahari dimanfaatkan warga mengeringkan perabotan rumah tangga yang basah kunyup oleh terpaan hujan yang merangsek ke rumah dikala atap diterbangkan puting beliung.

BACA JUGA:  Trail of the Kings™ - Lake Toba Jadi Satu-Satunya Ajang Lari Lintas Alam di Indonesia dengan Lisensi Resmi UTMB®

Namun tak dipungkiri sebagian besar rumah yang terdampak oleh puting beliung sudah bangunan tua dengan beratapkan seng yang sudah berusia lama.

“Terik matahari kami manfaatkan menjemur kain, serta perabotan lain seperti kursi yang basah kunyup kemaren sore,” ujar seorang ibu rumah tangga yang mengaku traumatik dialami saat kejadian.

Sementara, pemilik rumah korban puting beliung bermarga Sipahutar jelang siang hari terlihat mulai memperbaiki atap rumah mereka yang di hantam puting beliung. Terlihat bagian atap belakang rumahnya menganga.

“Ini atap seng baru kita beli untuk dipasang mengganti yang rusak. Sudah sudah didata oleh petugas , ya untuk bisa ditempati wajar kita memperbaiki sendiri,” pungkas Sipahutar.

“Andai pun ada bantuan pemerintah daerah, itukan masih berproses, tak mungkilah bantuan perbaikan kerusakan itu boleh datang seperti membalikkan telapak tangan. Jadi wajar kerusakan yang ada segera  dilakukan perbaikan agar bisa kita tempati seperti sedia kala,” aku Sipahutar.

BACA JUGA:  Puluhan Hektare Sawah di Abdya Terancam Gagal Tanam

Warga mengakui cuaca ekstrem seperti angin puting beliung bukan baru kali ini terjadi, dari sejak dulu diwilayah tersebut setahun sekali ada saja terjadi angin puting beliung tapi tidak seperti belakangan ini menyebar di beberapa desa dan dusun pada dua kecamatan (Tarutung-Siatasbarita).

26 Rumah Rusak Berat

Data dari BPBD Taput mencatat dari hampir 101 rumah yang disentuh puting beliung didua kecamatan  ditemui hanya  26 kategori rusak berat selebihnya rusak ringan seperti ada satu dua atap rumah yang rusak.

Bencana  angin puting beliung terjadi Senin, 8 Maret 2021sekitar  pukul 15:20 Wib, menerjang 2 desa di Kecamatan Tarutung yakni Desa Hutatoruan I , Desa Parbubu Pea. Dikecamatan Siatasbarita terjadi di Desa Lumban Siagian Julu, Enda Portibi dan Desa Siraja Hutagalung.

Dampak kerusakan rumah warga di Desa Hutatoruan I, rusak berat 4 unit, rusak ringan 19 rumah, total 23 rumah, di Desa Parbubu Pea, kondisi rumah kategori rusak berat 13 unit, rusak ringan  16 unit, total 29 rumah. Total 29 unit rumah
Total keseluruhan mengalami merusakan di Kecamatan Tarutung 52 unit rumah.

BACA JUGA:  Lagi Patroli, Tekab Medan Kota Amankan Pemilik Sabu dari Pinggir Jalan

Kecamatan Siatas Barita, di Desa Lumban Siagian Jae, rusak berat 2 unit dan 5 rusak ringan, di Desa Enda Portibi, 2 rusak berat dan 1 rusak ringan di Desa Si Raja Hutagalung, 5  rusak berat dan  35 rusak ringan. Total kerusakan rumah akibat angin puting beliung di Kecamatan Siatas Barita sebanyak 49 rumah.

Sekretaris Daerah Tapanuli Utara, Indra Simaremare kepada media sebut, pihaknya masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah kerugian materi sesuai kategori keruskan.

Hasil amatan Realitasonline, sebagian warga telah melakukan perbaikan rumah hunian dari kerusakan akibat terjangan angin puting beliung dan sebagian besar penduduk sudah beraktivitas seperti sedia kala, kecuali korban pemilik rumah yang mengalami rusak berat.

Satu hal terpenting yang harus disyukuri dari kejadian puting beliung tidak ada mengambil korban jiwa. (MN) 

Komentar

News Feed