TARUTUNG – realitasonline.id | Jembatan utama penghubung jalan Rakkea Sipapagan menuju Aek Siansimun dalam keadaan SOS.
Terbuat dari jembatan semen berukuran panjang 3 meter lebar 4 meter urat nadi pintu masuk keluar masyarakat yang tinggal dilingkungan Rakkea Sipapagan.
Jebatan yang membentang diujung anak sungai Aek Siansimun bermuara ke sungai Sigeaon kini kondisinya terancam ambruk.
Terpicu oleh luapan sungai aek Siansimun, kikisan tanah penahan yang sebelumnya mengusik tembok penahan semakin mengaga, dan membuat badan jembatan tidak stabil.

Dikuatirkan bila dilewati roda empat, bisa membahayakan dan guna menghindari yang tak diinginkan, oleh kepala desa Aek Siansimun, Jonius Lumbantobing menutup akses jembatan tersebut.
Curah hujan tinggi mengguyur bumi Tarutung-Taput dua minggu terakhir tepatnya, Minggu (3/1)lalu,sungai Aek Siansimun meluap, timbulkan tembok penahan jembatan di dua sisi amblas membuat badan jembatan tidak stabil dan terancam ambruk, kata Jonius Lumbantobing.
Sugai aek siansimun meluap diakibatkana curah hujan yang tinggi sejak sabtu sore hingga pagi minggu,3/1 yang menimbulkan longsornya tembok penahan tanah dikiri kanan jembatan, hingga menyebabkan jembatan yang menghungkan jalan rakkea sipagagan menuju desa aek siansimun nyaris ambruk.
Saat Realitasonline berada di kantor kecamatan , terlihat Kades Aek Siansimun melaporkan secara tertulis kondisi jembatan serta tindakan membuat larangan untuk tidak dilewati kepada Camat Tarutung Reinhard Lumbantobing.
Selaini kepada camat aku Jonius Lumbantobing telah melaporkan kepada Kadis PUPR serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana ddaerah agar kejadian ini sesegera mungkin diatasi, akunya.
Masyarakat dilingkungan Rakkea Sipapagan beharap pemerintah Tapanuli Utara melaluli instansi terkait, memberi perhatian.
“Jangankan pengguna, jembatan dengan kondisi terancam ambruk juga minta untuk diperbaiki.Kondisi jembatan dalam keadaan SOS,” ujar warga Rakkea Sipapagan. (MN)












Komentar