oleh

Sumut Kirim Nakes ke LN Upaya Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

MEDAN – realitasonline.id | Sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional dan untuk mengurangi angka pengangguran, Provinsi Sumatera Utara mengirim tenaga kesehatan (Nakes) ke luar negeri, yakni Jepang dan Arab Saudi.

Pengiriman 70 Nakes yang terdiri dari perawat, fisio terapi dan bidan disaksikan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan dan Wakil Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Medan Takeshi Aoki, Selasa (8/12/2020).

Gubernur Edy dihadapan para Nakes yang merupakan lulusan Institut Kesehatan Medistra Lubukpakam dan Deli Husada Delitua, mengatakan pengiriman 70 Nakes ke LN ini sesuai dengan visi dan misi Pemprovsu dan juga program pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional. Kurang lebih ada 1 juta orang pengangguran di Sumut dengan jumlah penduduk 14 juta jiwa.

BACA JUGA:  GTPP Covid-19 Sumut Salurkan Bantuan 12 Ventilator ke Rumah Sakit

“Jadi, pengiriman Nakes ini sangat membantu visi misi pemerintah untuk mengurangi pengangguran,” kata gubernur yang berharap pengiriman Nakes ini juga sebagai salah satu upaya untuk pemulihan ekonomi nasional.

Gubernur Edy berpesan para Nakes harus loyal di tempat bekerja, jangan buat malu nama almamater, Sumut dan Indonesia, dan para Nakes bisa bekerjasama dengan baik di sana.

“Di Jepang dan Arab Saudi, mereka sangat disiplin, hidup bersih, tertib dan jauh dari kebiasaan kita. Tak kalah pentingnya jalankan protokol kesehatan sesuai aturan negara tersebut dan budaya 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun atau handsanitizer dengan air mengalir dan menjaga jarak) jangan ditinggalkan,” pesan gubernur.

BACA JUGA:  Belasan Tahun Jalan Rusak, Masyarakat Desa Pematang Ganjang Harap Diperbaiki

Sementara itu Bupati Deliserdang Ashari Tambunan mengatakan pengiriman Nakes ke LN ini merupakan program G to G (kerjasama antar pemerintah) dengan negara Jepang dan Arab Saudi.

“Saya bangga dengan prestasi kalian semua. Dua negara ini memiliki standar yang tinggi untuk pekerja kesehatan dan kalian bisa memenuhi itu,” kata bupati yang berpesan agar para Nakes tetap mematuhi protokol kesehatan 3M.

Sementara itu Takeshi Aoki mengatakan saat ini Jepang juga sedang menghadapi wabah Covid-19. Keberadaan para Nakes asal Indonesia di negara tersebut sangat urgen.

BACA JUGA:  DPRD Medan Kembali Terapkan WFH

“Meski pemberangkatan Nakes ini sempat tertunda karena Covid-19, saya berharap para Nakes yang bekerja di rumah sakit Jepang bisa mengikuti standar yang tentunya setiap rumah sakit dan daerah punya standar yang berbeda. Jadi cepat lah belajar dan beradaptasi,” sebutnya.

Ketua Yayasan Medistra Lubukpakam Johannes Sembiring mengatakan pengiriman Nakes ke LN ini telah dilakukan sejak tahun 2008. Total hingga saat ini Nakes dari Institut Kesehatan Medistra dan Deli Husada sudah 425 orang yang bekerja di luar negeri.

Harapan kita pengiriman 70 Nakes ini bisa membantu pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. (AY)

Komentar

News Feed