oleh

Zulkifli Sitorus Perkuat Citra Bobby, Sekdaprovsu Apresiasi Haji Hingga Kloter 16 Mulus

Zulkifli Sitorus Perkuat Citra Bobby, Sekdaprovsu Apresiasi Haji Hingga Kloter 16 Mulus

Oleh Ir Zulfikar Tanjung

Penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Medan tahun 2026 memperlihatkan satu hal penting yang jarang muncul secara kuat dalam pelayanan publik: konsistensi tata kelola yang dibangun melalui kolaborasi.

Hingga pemberangkatan Kloter 16 pada Sabtu (9/5/2026), operasional haji Sumatera Utara berjalan relatif tertib, minim gejolak, dan justru menuai banyak apresiasi dari berbagai kalangan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara sekaligus Koordinator PPIH Embarkasi Medan, Haji Sulaiman Harahap, bahkan secara terbuka memberikan apresiasi terhadap tata kelola pelayanan haji yang berjalan hingga Kloter 16.

Momentum ini tidak hanya menjadi catatan keberhasilan teknis penyelenggaraan haji, tetapi juga menghadirkan efek politik dan sosial yang lebih luas.

Di tengah tingginya perhatian masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik, keberhasilan operasional haji tahun ini dinilai ikut memperkuat citra kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sebagai kepala daerah yang mendorong pola kerja kolaboratif dan berorientasi hasil.

BACA JUGA:  Telkom Jadi Satu-Satunya Perusahaan Indonesia di Jajaran Forbes 2021 World’s Best Employer

Di lapangan, figur yang paling banyak mendapat sorotan adalah Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumut Zulkifli Sitorus.

Kepemimpinannya pada penyelenggaraan haji perdana di bawah struktur Kemenhaj dinilai berhasil menghadirkan pembaruan yang langsung dirasakan jamaah.

Menurut Haji Sulaiman Harahap berbagai inovasi yang diterapkan tahun ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan jamaah.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Sejumlah perubahan memang terlihat nyata di lapangan, mulai dari distribusi kartu Nusuk langsung di embarkasi hingga pola pemberangkatan baru di Bandara Kualanamu yang membuat jamaah tidak lagi melalui jalur kargo, melainkan langsung masuk ke terminal internasional dan naik pesawat melalui garbarata.

Bagi jamaah lanjut usia, perubahan tersebut bukan sekadar teknis administratif. Itu adalah bentuk penghormatan terhadap kenyamanan dan martabat mereka sebagai tamu Allah.

Karena itu, respons positif bermunculan, baik dari jamaah, pembimbing haji, hingga tokoh masyarakat.

BACA JUGA:  LPEI dan Bank BJB Buktikan Komitmen Dorong Ekspor Nasional melalui Skema Penjaminan Kredit Ekspor

Pimpinan KBIHU Jabal Noor, KH Zulfiqar Hajar, menyebut pelayanan haji tahun ini sebagai sesuatu yang “cukup luar biasa”. Ia mengaku baru kali ini melihat jamaah menerima kartu Nusuk secara langsung sebelum keberangkatan.

Apresiasi seperti ini menjadi penting karena datang dari pihak yang selama bertahun-tahun terlibat langsung dalam pendampingan jamaah.

Artinya, perubahan yang terjadi bukan sekadar pencitraan administratif, tetapi benar-benar dirasakan oleh pengguna layanan.

Dalam konteks yang lebih luas, keberhasilan penyelenggaraan haji juga menunjukkan bagaimana pola hubungan antara pemerintah daerah dan instansi vertikal dapat berjalan harmonis ketika dibangun dengan orientasi pelayanan.

Di Sumatera Utara, sinergi itu terlihat antara Pemprov Sumut, Kanwil Kemenhaj, PPIH Embarkasi Medan, hingga dukungan berbagai lembaga pendukung lainnya.

Situasi ini secara tidak langsung ikut mengangkat citra pemerintahan Bobby Nasution. Publik melihat adanya tata kerja yang lebih rapi, responsif, dan modern dalam salah satu pelayanan publik paling sensitif bagi masyarakat Muslim.

BACA JUGA:  Beredar Nama Pengganti Ketum DPP Partai Demokrat

Di tengah dinamika sosial dan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap birokrasi, keberhasilan menjaga kelancaran pemberangkatan ribuan jamaah hingga Kloter 16 bukan pekerjaan sederhana.

Dibutuhkan kepemimpinan yang mampu mengendalikan ritme kerja, menjaga koordinasi, sekaligus menghadirkan solusi cepat di lapangan.

Karena itu, momentum haji tahun ini menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan keberangkatan jamaah. Ia telah berubah menjadi etalase pelayanan publik Sumatera Utara—di mana nama Bobby Nasution mendapat penguatan citra kepemimpinan, sementara Zulkifli Sitorus tampil sebagai figur birokrat lapangan yang mulai mencuri perhatian melalui pendekatan kerja yang tenang, teknis, namun berdampak nyata.

Dengan tinggal menyisakan satu kloter terakhir, publik tentu berharap kualitas pelayanan ini tidak berhenti sebagai momentum musiman. Sebab kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sesungguhnya dibangun dari pengalaman langsung—dan pada musim haji tahun ini, pengalaman itu tampaknya berhasil dijaga dengan cukup baik oleh Sumatera Utara (*penulis bersertifikat wartawan utama dewan pers)*

News Feed