STABAT – realitasonline.id | Sejumlah warga kembali bersuara meminta Bupati Langkat, Terbit Rencana PA untuk mencopot Kabid berinisial JG di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat. Pasalnya, oknum petugas KR diduga atas suruhan JG pernah meminta uang pelicin kepada petugas IB (Inseminasi Buatan) yang ingin diangkat sebagai tenaga honorer di instansi tersebut.
“Kami sebagai warga Langkat dalam hal ini tentunya meminta kepada Bupati Langkat agar mencopot JG dari jabatannya sebagai Kabid di Dinas Pertanian,” ucapnya.
Persoalan ini sebelumnya sudah pernah disuarakan oleh mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pertanian Langkat, belum lama ini. Dalam orasinya, massa meminta Kabid JG untuk mengklarifikasi dugaan soal uang pelicin dalam pengangkatan honorer tersebut.
Di depan pengunjuk rasa, Kabid JG mengatakan dirinya beserta kadis sudah melakukan klarifikasi atas tuduhan ini ke Bupati Langkat. Dimana ketika ada pengangkatan honorer, dia mengaku masih menjabat sebagai Kasubbag Umum di tahun 2019.
Sementara itu, menurut salah seorang petugas IB yang dimintai uang pelicin justru memberikan keterangan sebaliknya. Dia disuruh untuk menyerahkan uang senilai Rp 3 juta dengan iming-iming akan dipekerjakan sebagai honorer.
Kata sumber yang minta namanya dirahasiakan, adapun inisial oknum yang mintai uang adalah KR atas suruhan JG. Alasannya uang yang diminta sebanyak itu untuk biaya pengangkatan bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Pertanian Kab. Langkat.
“Saya sendiri sudah membayar uang yang diminta untuk diangkat jadi honorer,” kata narasumber yang enggan dituliskan namanya, Jumat (5/3) siang.
Sejumlah mahasiswa menggelar unjuk rasa terkait dugaan uang pelicin pengangkatan honorer di depan Kantor Dinas Pertanian Langkat, beberapa waktu lalu. (MA)











Komentar