oleh

Kadisporabudpar Batu Bara Yakinkan Persiapan Pesta Tapai Terus Dimatangkan

Kadisporabudpar Batu Bara Yakinkan Persiapan Pesta Tapai Terus Dimatangkan

Batu Bara — Pemerintah Kabupaten Batu Bara memastikan seluruh persiapan Tradisi Budaya Pesta Tapai terus dimatangkan agar pelaksanaannya pada tahun 2026 berlangsung tertib, bermakna, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Batu Bara, Widaruna, S.E., Kamis (7/1) menyusul penetapan Pesta Tapai sebagai agenda budaya penting menjelang Bulan Suci Ramadhan.

Widaruna menjelaskan, sesuai arahan Bupati H Baharuddin Siagian, Pesta Tapai bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan warisan budaya Melayu pesisir yang memiliki akar sejarah panjang sejak era Kedatukan Pangkalan Pesisir Negeri Batu Bara pada abad ke-18.

Karena itu, persiapan dilakukan dengan pendekatan kehati-hatian agar nilai sejarah, makna simbolik, serta kearifan lokal tetap terjaga di tengah dinamika zaman.

BACA JUGA:  Pemkab Batu Bara Serahkan Bantuan Rp500 Juta untuk Pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah Indrapura

“Pesta Tapai ini memiliki dimensi sejarah, budaya, sosial, dan ekonomi sekaligus. Maka persiapannya tidak bisa biasa-biasa saja. Kami memastikan substansi tradisi tetap kuat, tetapi kemasannya relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini,” ujar Widaruna usai rapat peraiapan di Kantor Bupati (foto).

Menurut dia, secara teknis pelaksanaan Pesta Tapai akan kembali dipusatkan di Desa Masjid Lama dan Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, kawasan yang secara historis menjadi pusat berkembangnya tradisi tersebut.

Lokasi ini dipertahankan karena memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah Kenduri Tapai, aktivitas perdagangan rakyat, serta interaksi sosial masyarakat pesisir sejak ratusan tahun silam.

Widaruna menekankan, Pesta Tapai juga memiliki fungsi ekonomi yang signifikan. Aktivitas perdagangan tapai, lemang, dan kuliner khas Melayu Batu Bara setiap tahun mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM secara nyata.

BACA JUGA:  100 Hari Kerja Jadi Tolak Ukur : Bupati Baharuddin Siagian Fokus Wujudkan Janji Kampanye

Karena itu, Disporabudpar berkomitmen menata pelaksanaan agar tetap memberi ruang luas bagi masyarakat untuk berusaha, tanpa menghilangkan esensi budaya yang dikandungnya.

“Dampak ekonominya sangat terasa. Pesta Tapai menjadi momentum masyarakat mencari tambahan penghasilan menjelang Ramadhan. Ini yang kami jaga, agar budaya tetap hidup dan ekonomi rakyat ikut bergerak,” katanya.

Dari sisi budaya, Widaruna menyebut Pesta Tapai berfungsi sebagai media pendidikan nilai-nilai lokal, terutama bagi generasi muda.

Keterlibatan masyarakat dalam persiapan hingga pelaksanaan acara menjadi sarana menanamkan tanggung jawab, kebersamaan, serta penghormatan terhadap adat dan tradisi leluhur.

Ke depan, Disporabudpar Batu Bara juga tengah mematangkan konsep pengembangan Pesta Tapai agar dikemas lebih luas sebagai festival budaya berkelanjutan, dengan mengintegrasikan tradisi Mogang dan Mandi Belimau.

BACA JUGA:  Prof. Dr. M Manullang: Optimis Kepemimpinan Rico Waas Mampu Percepat Kemajuan Kota Medan

Langkah ini diharapkan memperkuat posisi Pesta Tapai sebagai identitas budaya sekaligus daya tarik pariwisata daerah.
“Kami ingin Pesta Tapai tidak hanya lestari, tetapi juga berkembang secara sehat. Dukungan pemerintah daerah, keterlibatan masyarakat, promosi, serta dokumentasi budaya akan terus kami dorong agar tradisi ini kelak dapat diusulkan sebagai warisan budaya takbenda,” ujar Widaruna.

Dengan pematangan persiapan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Batu Bara berharap Pesta Tapai 2026 tidak hanya menjadi penanda datangnya Ramadhan, tetapi juga cermin harmoni antara pelestarian budaya, penguatan ekonomi rakyat, dan pembangunan pariwisata berbasis kearifan lokal

News Feed