oleh

Terdakwa Sabu Divonis 11 Tahun 6 Bulan di PN Medan

DELI SERDANG – Satia Rast (31), warga Jalan Veteran Pasar VI, Gang Ampera, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Senin (7/12/2020), di Cakra 3 PN Medan divonis 11 tahun dan 6 bulan penjara.

Selain itu terdakwa juga dihukum membayar denda Rp1 miliar. Dengan ketentuan, bila denda tidak terbayar maka ganti dengan pidana 6 bulan penjara.

Dari fakta terungkap pada persidangan, majelis hakim dengan Ketua Morgan Simanjuntak menyatakan sependapat dengan JPU dari Kejati Sumut Febrina Sebayang.

BACA JUGA:  TelkomGroup Salurkan Lebih Dari 900 Ekor Hewan Qurban pada Hari Raya Idul Adha 1443H

Hakim meyakini terdakwa terbukti secara sah bersalah melanggar pidana Pasal 114 Ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Yakni tanpa hak dan melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli (kurir), menukar atau menyerahkan narkotika Golongan I jenis sabu dengan berat 306 gram dan jenis pil ekstasi seberat 20,1 gram (16 butir).

Hal yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika. Sedangkan meringankan, terdakwa bersikap sopan dan belum pernah menjalani hukuman sebelumnya.

BACA JUGA:  A Meng Pengelola Spa Kaum Gay ‘Full Service’ Dituntut 3 Tahun

Divonis 11 Tahun 6 Bulan

Vonis majelis hakim lebih ringan 6 bulan dari tuntutan JPU. Sebab pada persidangan sebelumnya, Febrina Sebayang menuntut terdakwa agar kena pidana 12 tahun penjara. Serta denda Rp1 miliar dengan subsidair enam bulan penjara

Menjawab pertanyaan Hakim Ketua Morgan Simanjuntak, baik JPU maupun terdakwa Satria Rast menyatakan pikir-pikir. Apakah menerima atau melakukan upaya hukum banding atas vonis tersebut.

Tim DitresNarkoba Polda Sumut, Rabu (22/4/2020) Toga Marudut Parhusip dan Togu S Maju Simamora mendapat informasi bahwa akan ada transaksi jual-beli narkotika jenis sabu bertempat Jalan Veteran Pasar VI, Gang Ampera, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli.

BACA JUGA:  Sempat Dilaksanakan Sehari, Pemkab Paluta Putuskan Tunda Belajar Tatap Muka

Keesokan harinya tim melakukan pengembangan dengan menyaru sebagai calon pembeli. Kedua saksi polisi sedang dalam penyamaran kemudian menunggu atas arahan terdakwa. Terdakwa yang mereka tunggu-tunggu tidak kunjung datang karena kebetulan sedang turun hujan.

Kedua petugas kemudian melakukan penggerebekan ke rumah terdakwa. Saat diinterogasi, terdakwa,… Baca Selanjutnya di www.topmetro.news

Komentar

News Feed