oleh

Ini Pandangan Ustadz Dr H Dedi Iskandar Batubara Peraih 1.081.487 Suara DPD tentang Figur Calon Gubsu

Medan – Koran Mimbar Umum memberitakan beberapa wartawan berkesempatan mengobrol bersama Ketua PW Al-Washliyah Sumatera Utara, Ustadz Dr Drs H Dedi Iskandar Batubara SSos, SH, MSP, MH
(45), Ahad 5/5, di kediamannya, di Medan.

Mereka mengetahui senator asal Sumut itu lagi berada di Medan, dan baru saja
menerima kunjungan silaturahim Kanjeng Pangeran Raden Aryo Dr Drs Nikson Hasudungan Nababan Darmonagoro MSi (52), mantan bupati Tapanuli Utara dua periode, yang ikut bersiap
mengikuti kontestasi Pilkada Sumatera Utara, Rabu 27 November mendatang.

Nikson, ketua PDIP Tapanuli Utara, sudah mengambil fomulir penndaftaran di partainya.

Bila partainya merekomendasikan, maka partai yang berhasil meraih 21 kursi atau 21% dari
jumlah 100 kursi DPRD Sumatera Utara, pada Pileg 2024 itu, sudah memenuhi syarat minimun
20% untuk mengusung calon sendiri.

Menarik, karena Nikson menjadi orang kedua –setelah alm Syamsul Arifin (mantan bupati
Langkat)– yang “berani” bertarung di level lebih tinggi.

BACA JUGA:  DPW LSM PAKAR Sumut Minta Polisi Tangkap Pelaku Penyiram Air Keras pada Wartawan

Bahkan boleh jadi akan “berhadapan” dengan tokoh-tokoh sekaliber Edy Rahmayadi (mantan gubsu), Musa Rajekshah alias Ijeck (mantan wagubsu), Bobby Nasution (walikota Medan,
menantu Presiden Jokowi), dan Basuki Tjahaya Purnama alias AHok (mantan gubernur DKI
Jakarta).

Obrolan santai bersama Dr Dedi –caleg terpilih DPD pada Pileg 2024 dengan raihan lebih dari
satu juta suara– mengenai hal ihwal pilkada gubernur Sumatera Utara, dan Nikson salah satu
kandidatnya, diringkas dalam bentuk Q&A berikut ini. Ibi kutipan berita Koran Mimbar Umum

Tanya: Apa pandangan Anda mengenai geliat pilkada Sumut?
(Catatan, sejauh ini sudah beredar di media kemungkinan Edy Rahmayadi, Musa Rajekshah,
Bobby Nasution, Niskon Nababan, dan Basuki Tjahaya Purnama alias AHok sebagai kandidat).

Jawab: Saya kira semua warga negara punya hak dipilih dan memilih. Punya kesempatan
dicalonkan dan mencalonkan diri dalam pemilu untuk menjadi pejabat eksekutif maupun
lagislatif. Apalagi kita akan masuk tahapan pilkada langsung di seluruh Indonesia, Rabu 27
November 2024, pertama kali dalam sejarah.

BACA JUGA:  RDP Komisi I DPRD Deli Serdang, BPN Deli Serdang dan PTPN-II tidak Menunjukkan Sertifikat HGU No. 111 Helvetia

Tanya: Syaratnya?

Jawab: Tentu semua tokoh figur yang ingin, menilai dirinya mempunyai kompetensi, kapasitas. Misalnya, Nikson punya kemampuan di partai politik pengusung, kemudian dilakukan
rekomendasi sebagai calon. Saya kira punya kesempatan. Begitu juga kandidat lain.

Tanya: Pilkada boleh diikuti oleh bukan usungan partai seperti pilpres?

Jawab: Ya, memang beda. Lorong pilkada memang ada dua. Pertama dari independen, calon
perseorangan. Kedua usungan partai politik.

Calon pilpres tidak ada calon perseorangan.

Tanya: Syarat kependudukan?

Jawab: Prespektifnya masih luas. Semua warga masyarakat Sumatera Utara, atau yang bukan
ber-KTP Sumut, boleh maju sebagai gubernur, bupati, walikota, sepanjang syaratnya terpenuhi.

Tanya: Seperti apa pemimpin yang dibutuhkan?

Jawab: Kita butuh pemimpin kepala daerah yang betul-butul menjadi pengayom di masyarakat,
harus sayang serta mengingat masyarakatnya, dan tidak boleh main-main, harus punya visi-misi
dengan komunikasi yang baik.

BACA JUGA:  Warga Desa Kwala Gunung tak Sangka Jalannya Mulai Bagus

Tanya: Anda baru saja bertemu Nikson Nababan, komentar?
(Catatan, sebelumnya Nikson menemui juga ulama kharismatik Tuan Guru Batak Syekh Dr
Ahmad Sabban el-Rahmany Rajagukguk MA di Simalungun, yang menyebut “Masyarakat sudah rindu orang Batak jadi pemimpin lagi”).

Jawab: Saya suka atensi Nikson. Salah satunya terkait sejarah lahirnya Bandara Silangit, ketika
Nikson menjabat bupati. Dampaknya, memperluas akses di luar bandara Kualanamu
Deliserdang, Pinangsori Tapteng, dan bandara-bandara kecil lainnya.
Pada saat yang sama, pasti juga berimplikasi pada pembangunan di Tapanuli Utara. Sebagai
kepala daerah dua periode, catatan kinerjanya cukup baik.

Tanya: Penilaian Anda secara pribadi?

Jawab: Saya secara pribadi, ya…. bisalah memberikan apresiasi atas capaian-capaian yang sudah
diraih Nikson sebagai kepala daerah.

(A-05).

foto
DEDI Iskandar Batubara (kiri) tersenyum saat menerima buku karya Nikson Nababan beerjudul
“Desa Kuat, Kota Maju, Negara Berdikari: Membangun Desa Berbasis Data Presisi.” (Foto
Mimbar / kiriman zulfikartanjung).

News Feed