MEDAN – realitasonline.id | Jelang Ramadhan dan Idul Fitri yang jatuh pada bulan April dan Mau, harga cabai mulai melambung tinggi.
Hal ini menjadi keluhan para ibu rumah tangga. Di pasar tradisional hargai cabai sudah menyentuh Rp 40 ribu hingga RP 50 ribu per kilogramnya, tentu di pedagang eceran (warung dan kedai) bisa lebih mahal lagi. Harga ini diprediksi akan terus naik menjelang bulan puasa dan Hari Lebaran.
Untuk mengatasi itu, anggota DPRD Medan dari Partai NasDem Antonius Devolis Tumanggor menyerukan gerakan tan cabai di pot di halaman rumah. Dia mengajak warga menanam sendiri cabai di pekarangan rumah memakai pot atau polibag.
Menurutnya, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan telah menyediakan bibit unggul yang sudah siap berbuah, tinggal nunggu minimal 2 minggu, pohon cabai sudah berbuah.
Ditanam saja 5 batang pohon cabai merah dan 2 batang cabai rawit, jika berbuah sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Menanam cabai atau sayuran tidak perlu harus punya lahan, di atas pot saja sudah bisa, kata Antonius Tumanggor, Minggu (7/3/2021).
Untuk memperoleh bibit, Antonius menyarankan agar masyarakat membentuk kelompok tani dengan anggota 10 orang satu kelompok. Kemudian mendaftarkan ke kelurahan dan membuat akte notarisnya. Setelah itu, kelompok tani bisa meminta bibit tanaman apa saja. Seperti cabai, sayur dan buah juga bibit ikan dan ayam.
“Di masa pamdemi Covid-19 ini banyak terkena imbasnya dan berefek pada penghasilan orang, bahkan ada yang kehilangan pekerjaan. Bercocok tanam memanfaatkan pekarangan efektif untuk memulihkan ekonomi rumat tangga, hasilnya bisa dijual dan dikonsumsi sendiri,” terang anggota Komisi 4 ini.
Dinas Pertanian dan Perikanan di masa pandemi ini telah banyak membantu warga berupa bibit tanaman dan ikan. Dinas ini memberikannya kepada anggota dewan untuk disalurkan kepada masyarakat. Pemberian bibit tersebut adalah salah satu bentuk sosialisasi Pemko agar bisa memanfaatkan pekarangan bercocok tanam.
“Jika pekarangan kita dipenuhi tananam sayur, buah dan kolam ikan, terbantulah kebutuhan pangan rumah tangga. Kita juga bisa memfasilitasi kelompok tani masyarakat dengan Dinas Pertanian. Termasuk penyediaan bibit cabai jenis unggul yang dalam waktu tidak lama sudah berbuah,” tuturnya. (AY)












Komentar