PADANGLAWAS.SIBERINDO.CO-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padanglawas (Palas) ini hari, Rabu (07/10/2020) luncurkan Program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk usaha mikro. Acara penyerahan secara simbolis kepada 11 pelaku UKM dilakukan di Rumah Dinas Bupati Jln.Ki .Hajar Dewantara Sibuhuan.
Kesebelas pelaku usaha Mikro yang menerima antara lain :
dari Kec. Lubuk barumun atas nama li Gumri Pulungan, jenis usaha bengkel sepeda motor dan Sugiono jenis usaha pangkas.
Kec.Barumun Juli Handayani Pulungan jenis usaha jualan gorengan dan
Derliana jenis usaha jualan kue.
Kec.Barumun baru Maryam Harahap(jenis usaha membuat tempe)
dan Yusrizal Mahendra(jenis usaha penetasan telur)
Sosopan:aman Suandi Hsb(jenis usaha kelontong) dan M.khairul Fahmi hsb(jenis usaha dagang hasil bumi)
Ulu barumun:mhd Jasmin Hasibuan(jenis usaha gula aren)
Barumun selatan: Nurisah Lubis(jenis usaha kedai pecal) dan Mara luat Lubis(jenis usaha kedai kopi)
Bupati Palas H.Ali Sutan Harahap (TSO) dalam arahan dan bimbingannya berharap bantuan modal kerja sebesar 2,4 juta Rupiah bisa membantu usaha mikro. Sehingga, cepat pulih dari dampak pandemi covid-19.
“Pelaku usaha mikro (BPUM) untuk pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 bantuan ini adalah hibah yang tidak di kembalikan oleh penerimanya”.Ungkap TSO.
Sebagaimana yang kita ketahui bersama bantuan, lanjutnya BPUM yang di berikan sebesar Rp 2,4 juta per pelaku usaha mikro atau setara dengan Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan.
Usaha mikro khususnya bagi masyarakat kabupaten Padang lawas dengan tujuan untuk pemulihan perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19 dan atau menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan atau stabilitas sistem keuangan serta penyelamatan perekonomian nasional
Dengan adanya anggaran tersebut di harapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat koperasi dan UKM kabupaten Padang lawas dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia sehingga masyarakat koperasi dan UKM kabupaten Padang lawas bisa menjadi lebih handal dan berkompeten guna membangun perekonomian menuju kehidupan masyarakat kabupaten Padang lawas yang makin sejahtera dan berdikari.
Permasalahan usaha mikro kecil menengah atau UMKM, lanjutnya selama ini dipandang utama adalah mendapatkan permodalan. UMKM biasanya tidak memiliki akses yang mudah untuk memperoleh pinjaman untuk modal kerja.untuk itulah pemerintah menyediakan program bantuan.
Pemerintah daerah kabupaten Padang lawas juga telah mengirim usulan kembali data sebanyak 990 orang pada tanggal 25 September sampai dengan 30 September 2020 dan masih menunggu verifikasi oleh pemerintah pusat.
” Saya berharap Dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten Padang lawas agar terus membantu menyediakan data pelaku usaha mikro di daerah kita ini untuk di usulkan kembali mendapatkan bantuan UMKM,kalo perlu saudara saudara turun ke lapangan jemput bola,kepasar atau tempat pelaku UMKM menjalankan bisnisnya”.Tegasnya.
Barangkali banyak di antara masyarakat di kabupaten Padang lawas ,lanjutnya lagi belum mengetahui adanya bantuan ini,karena kami melihat pagunya Masi sangat luas karena bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN), dimana kementrian koperasi dan UKM mencatat pencairan bantuan senilai Rp 13,4 triliun.
” Dengan besarnya bantuan dari pemerintah tersebut di harapkan nantinya dapat di rasakan oleh masyarakat pelaku UMKM kita yang lainnya” kata TSO.
” Kami selaku pemerintah kabupaten Padang lawas melalui dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten Padang lawas sesuai dengan surat keputusan menteri koperasidan usaha kecil mikro republik Indonesia nomor 443/Dep.2/IX/2020 tanggal 3 September 2020 kabupaten Padang lawas telah menerima bantuan pelaku usaha mikro (BPUM) sebanyak 1.843 orang dengan rincian sebagai beriku”. Tutup TSO.
Sebelumnya Kepala Cabang BRI Suranta Tarigan Sibuhuan memaparkan rincian peserta yang sudah terprefikasi untuk mrndapatkan bantuan hibah dari kementrian Koperasi dan UKM .
“Hingga 19 Agustus 2020, Banpres Produktif telah disalurkan di 34 provinsi untuk 1 juta penerima manfaat pada tahap awal. Dengan total yang tersalurkan mencapai Rp2,4 triliun,” jelas Kepala BRI.
Di Palas sendiri ,lanjutnya pelaku usaha mikro yang terprefikasi sebanyak 1435 sebagaimana yang dipaparkan Kadis Perindustrian Perdagangan dan UKM Palas.(MitaNews).












Komentar