LANGKAT – Masyarakat di sekitar Pasar Batang Serangan resah. Kondisi jalan di pusat perdagangan warga Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat itu kian memprihatinkan. Macet, berdebu dan jalan yang berlumpur serta becek sudah menjadi pemandangan yang biasa di sana. Mereka menyebut, tingginya aktifitas truk-truk over kapasitas pengangkut material galian C sebagai penyebabnya.
Numpak Ginting, warga yang berdomisili di depan BRI Batang Serangan, mengaku sudah dua kali dirinya jatuh saat berjalan kaki. Kata dia, penyebabnya adalah kondisi jalan provinsi itu yang sudah tak baik. Truk pengangkut material galian C yang berbeban sangat berat (over tonase) yang mencadi pemicunya.
“Dua kali aku jatuh di dekat BRI itu. Karena jalan yang berlumpur dan licin, jadinya aku terpeleset. Maunya janganlah truk pengangkut galian itu bawa air dan lumpur. Kita bukan menghalangi orang berusaha, tapi perhatikan jugalah pengguna jalan ini,” tandas Numpak Ginting kesal, Selasa (5/4/2022) siang.
Di saat yang sama, M Syahrul mengungkapkan, tingginya aktifitas truk pengangkut material galian C akhir–akhir ini membuat kondisi jalan di sana kian buruk. Truk jenis Dump roda 12 semakin malam kian gencar lalu Lalang di sana, hingga pagi hari.
Bagi warga di sana, kata Syahrul, mereka menginginkan agar material yang diangkut tidak mengandung air dan lumpur. Itulah yang menyebabkan jalan di sana berlumpur dan becek. “Jangankan orang tua, yang muda aja bisa terpeleset. Apalagi ini dah masuk Ramadhan, warga yang mau beribadah kan terganggu,” beber mantan Kepling Kloni Desa tersebut.
Memanfaatkan Warga
Empat bulan yang lalu, lanjut Syahrul, warga sempat demo dan menyetop truk–truk pengangkut material galian C. Tapi, seminggu kemudian sudah kembali merajarela lagi. Warga berasumsi,… Baca Selanjutnya di www.topmetro.news











