oleh

Noviandri Paparkan Kinrrja PT Agincourt Resources Tingkatkan Produksi dan Komitmen Keberlanjutan di 2024

Noviandri Paparkan Kinrrja PT Agincourt Resources Tingkatkan Produksi dan Komitmen Keberlanjutan di 2024

Medan – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan, mencatat pencapaian gemilang sepanjang 2024 dengan peningkatan signifikan dalam produksi emas dan perak, serta penguatan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.

Direktur PTAR, Noviandri, mengungkapkan bahwa perusahaan berhasil menjual 214.395 ounce granule emas dan 1.361.775 ounce granule perak murni sepanjang tahun lalu. “Penjualan emas meningkat 37% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan kinerja operasional yang semakin solid,” ujarnya dalam acara buka puasa bersama wartawan di Hotel Adimulia, Medan, Kamis (6/3).

Acara yang dikemas oleh Senior Manager Corporate Communications PTAR Katarina Siburian Hardono bersama timnya antara lain Manager Public Relations, Renny Radhan berlangsung akrab dan penuh nuansa silaturrahmi dan kekeluargaan

BACA JUGA:  Gelar Pekan Informasi Katarak 2022, Agincourt Resources Sasar 600 Mata Buta Katarak

Acara semakin menarik dengan
Selain fokus pada produksi, PTAR juga terus memperpanjang umur tambang melalui program Martabe Tahap 2, yang mencakup pengoperasian Filtration Plant (dry tailing), South Dump, dan Alternative Tailing Facility 1. “Kami juga menargetkan penyelesaian dewatering system di Tailings Management Facility (TMF) pada kuartal II 2026,” tambah Noviandri.

Komitmen Lingkungan: Reduksi Emisi dan Konservasi

PTAR menegaskan komitmennya dalam menekan emisi gas rumah kaca hingga 30% pada 2030 dibandingkan 2019. Upaya ini diwujudkan melalui pemasangan solar PV 2,1 MWp, penggunaan biofuel B35, pemanfaatan energi terbarukan dari PLN, serta pengoperasian alat-alat hybrid.

BACA JUGA:  Laskar Cak Imin Untuk Menang Satu Putaran Pasangan AMIN Di Sumut Gabung Bakorsi dan AP24

Mahmud Subagya, Manager Environmental PTAR, menambahkan bahwa perusahaan juga berkontribusi dalam pelestarian keanekaragaman hayati. “Kami bekerja sama dengan Yayasan Scorpion Indonesia dan BBKSDA dalam penyelamatan satwa dilindungi, termasuk burung Red Lories, burung berparuh besar, dan elang,” jelasnya.

Selain itu, PTAR menggandeng universitas terkemuka seperti Universitas Sumatera Utara (USU) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk riset konservasi. Pada 2024, PTAR telah menanam 29.183 benih pohon dan menebar 21.095 seed ball di area reklamasi dan konservasi. “Sebanyak 100 hektar bekas TMF East juga telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi,” tambah Mahmud.

Dampak Sosial: Investasi di Masyarakat Lokal

BACA JUGA:  Ketum PWI: Media Terus Bekerja karena Tugas Kemanusiaannya

Dalam aspek sosial, PTAR mengalokasikan dana USD 2,7 juta untuk Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di 15 desa sekitar tambang. Program ini telah memberikan manfaat bagi lebih dari 32.696 individu.

PTAR juga berperan dalam peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, dengan 76% tenaga kerja perusahaan berasal dari daerah sekitar. Dari sisi kesetaraan gender, 24% dari total 1.042 karyawan PTAR adalah perempuan, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap inklusivitas.

“Keberlanjutan bukan sekadar janji, tetapi menjadi bagian dari strategi bisnis kami,” tutup Noviandri. Dengan berbagai inisiatif ini, PTAR semakin memperkuat posisinya sebagai perusahaan tambang emas yang bertanggung jawab, inovatif, dan berorientasi pada masa depan berkelanjutan.

News Feed