Medan.Siberindo.co | Sebanyak dua dari empat anggota geng motor di Kota Medan ditembak personel Unit Reskrim Polsek Medan Timur
Kedua anggota geng motor itu terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan saat akan diringkus.
Sebelumnya, aksi brutal komplotan geng motor ini yang memberhentikan pengendara yang melintas sempat viral di media sosial melalui rekaman Closed Circuit Televisi (CCTV) milik warga
Dalam rekaman yang viral tersebut, para pelaku pun membabi-buta menghujani pukulan dengan tongkat baseball, gergaji dan parang kepada para korban.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cemara pada Kamis (25/12/2021).
Kapolsek Medan Timur, Kompol Rona Tambunan didampingi Kanit Reskrim, Iptu Jefry Simamora mengatakan, penangkapan para tersangka berdasarkan laporan dari korban.
Namun ketika hendak disergap, dua dari empat pelaku berusaha melakukan perlawanan dan melarikan diri.
“Meskipun sudah diberikan tembakan peringatan, tapi kedua pelaku tidak juga mengindahkannya. Sehingga dengan terpaksa petugas menembak bagian kakinya masing-masing,” ujar Rona.
Keempat tersangka adalah Agung Wira Andika (21), Ferdinan Hutagaol (19), DIM (17) dan RFY (16).
Diungkapkan Rona, para pelaku beraksi dengan menakuti korban, lalu menghujani dengan pukulan dan mengambil sepeda motor korban.
“Mereka (para tersangka) ini pawai dengan jumlah 50 orang. Lalu melihat korban dan beraksi memukuli dan mengambil sepeda motor korban. Sementara itu untuk mempertahankan sepeda motor, korban berusaha memeluk namun gagal dan dibawa para pelaku,” ungkapnya.
Sedangkan untuk penadahnya, sebut Kapolsek, polisi masih melakukan perburuan. Sementara barang bukti yang disita berupa tongkat baseball, gergaji besi dan parang.
“Untuk penadah masih kita dalami. Untuk korban sendiri mengalami luka tusukan hingga mendapat 7 jahitan di bagian belakang tubuhnya,” sebutnya.
Untuk itu, kata Kapolsek Medan Timur, pohaknya mengimbau agar para orang tua lebih berperan aktif mengawasi anak-anaknya.
“Saya berharap kejadian ini jadi pelajaran buat kita. Kemudian saya berpesan untuk orang tua dari pelajar-pelajar kita, mari sama sama memperhatikan anak anaknya. Karena ini tergabung dengan grup-grup yang membahayakan keamanan ketertiban,” pungkasnya. (Mitanews.co.id / mn.09)











