oleh

Ismail Bolong Minta Maaf ke Komjen Agus Andrianto, Ngaku Tak Kenal dan Tak Ada Beri Uang

JAKARTA-Ismail Bolong meminta maaf kepada Kabareskrim Mabes Polri Komjen Agus Andrianto. Dia mengaku diintimidasi oleh oknum Brigadir Jenderal Polisi di salah satu kamar Hotel di Balik Papan.

Dalam tayangan Youtube tribunnews, Sabtu (5/11/2022) dinihari,  pria menyebutkan bernama Ismail Bolong mengaku minta maaf kepada Kabareskrim Mabes Polri Komjen Agus Andrianto.

Ismail dalam tayang youtube tersebut terdengar menjawab pertanyaan seorang pribadi. Mantan Polisi yang mengundurkan diri Juli 2022 itu mengaku, testimoni dia yang viral direkam Paminal Mabes.

“Seingat saya direkam oleh Pak Bambang. Pak Hendra, kamu harus bicara ini. Bahwa kamu memberikan uang pada Kabareskrim. Diancam dibawa ke Mabes Polri kalau saya enggak baca testimoni. Artinya dibawa diperiksa ke Mabes. Saya tertekan saat itu,” katanya dalam tayangan video itu.

BACA JUGA:  Terpidana Korupsi Pengadaan Sertifikat Dibekuk Tim Tabur Kejatisu dari Martubung

“Melihat pada saat membaca testemoni itu kan salah salah terus. Ini sudah disodorkan teks untuk membaca testemoni. Itu tulisan tangan. Ditulis Paminal Mabes Polri dari Jakarta,” katanya.

Ismail meminta maaf pada Komjen Agus Andrianto karena dia tak kenal dan tak pernah memberikan uang. “Mohon maaf pada Kabareskrim, ini kejadian ini tidak benar. Saya ditekan melalui Pak Hendra,” katanya.

Ditanya pria dalam tayangan video, Ismail mengaku mengajukan pensiun pada Bulan April 2022 dan disetujui Bulan Juli 2022. Dia jelaskannya, rekaman dibuat pada Februari 2022 yang dibuat oleh 6 orang di salah satu Hotel di Balik Papan.

“Situasi ini saya merasa terancam. Saya melakukan pensiun dini. Saya kaget dengan berita viral ini. Padahal kejadian Bulan 2. Mengapa pas ada sidang Sambo baru keluar berita ini. Dalam hal ini saya klarifikasi berita ini tidak benar. Saya dalam tekanan dari Paminal Mabes untuk membaca testimoni,” katanya menjawab pertanyaan pria dalam tayangan video itu.

BACA JUGA:  Syaiful Syafri ; Sebagai Aparat Negara, Polri Harus Mandiri Dalam Penegakan Hukum Dan Kamtibmas

Menyikapi fitnah pada Komjen Agus Andrianto ini, Pengurus LP3 Hafifuddin, Sabtu (5/11/2022) dinihari meminta, polisi segera mengusut tuntas semua orang yang terlibat dalam skenario yang mencemar institusi Polri itu agar para polisi baik tak terganggu menjalankan tugasnya.

“Usut tuntas. Pidanakan. Karena jangan sampai atas isu murahan ini, polisi baik tak konsen bekerja. Mungkin ini efek ketegasan Kabareskrim. Jadi yang ditindak berupaya mencari cari cara untuk menjatuhkan marwah individu mantan Kapolda Sumut ini,” kata Aktivis vokal ini.

BACA JUGA:  AKBP Ikhwan Lubis Disupport Junimart Girsang Sikat Mafia Tanah

Kepada Komjen Agus Andrianto, Hafifuddin berpesan, tetaplah semangat dan jangan terpengaruh dengan isu picisan yang dihembuskan oleh oknum oknum yang sakit hati atas kinerja baik yang telah ditunjukkan ke masyarakat. “Tetap semangat Pak Agus. Kalau Bapak benar, kami bersama Bapak. Jangan terpengaruh isu picisan. Kami akan selalu mendukung Bapak,” tegas pengurus Organisasi Kepemudaan di Medan ini.

Diberbagai laman media online, ramai diberitakan pengakuan Ismail Bolong yang menuding dan berstatemen bernada fitnah kepada Komjen Agus Andrianto. Dalam video beredar, terlihat pria mengaku Ismail Bolong memegang kertas sambil membacanya. (PS/RED/Youtube Tribunnews)

News Feed