Editorial Harian Mimbar Umum terbitan Senin 6 Januari 2025 patut disimak. Berikut kutipannya :
DHD 45 Sumut dan Retas Keterbelahan Bangsa
Dalam semangat membangun persatuan yang kokoh, Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (DHD 45) Sumatera Utara menunjukkan komitmen luar biasa untuk meretas ancaman keterbelahan bangsa.
Melalui rapat pleno akhir tahun yang berlangsung di Gedung Juang 45 Sumut, Medan, DHD 45 menetapkan 2025 sebagai momen strategis untuk memperkokoh nilai-nilai nasionalisme 1945.
Seruan ini tidak hanya mencerminkan keprihatinan mendalam terhadap ancaman polarisasi masyarakat, tetapi juga menjadi ajakan untuk kembali menghidupkan semangat kebangsaan.
Ketua Umum DHD 45 Sumut, Mayjen TNI (Purn) M Hasyim, menyoroti keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan Pemilu 2024 sebagai bukti kemampuan bangsa ini menjalankan demokrasi. Namun, ia juga mengingatkan adanya dampak sosial berupa keterbelahan masyarakat yang telah muncul sejak Pilkada 2019.
“Persatuan adalah pilar utama bangsa. Tanpa itu, kita akan kehilangan arah sebagai sebuah negara,” tegas Hasyim.
Momentum 2025, menurutnya, adalah waktu yang tepat untuk mengukuhkan kembali jiwa dan semangat perjuangan.
Seruan ini menjadi semakin relevan dalam konteks politik Indonesia yang penuh dinamika. Sekretaris Umum DHD 45 Sumut, Dr. H. Eddy Syofian, MAP, mengajak masyarakat untuk meninggalkan politik yang memecah belah.
Ia menekankan pentingnya mengutamakan politik kebangsaan sebagai landasan utama. “Tahun 2024 telah berlalu. Kini saatnya kita bersatu untuk menyongsong 2025 dengan damai,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai nasionalisme.
Rapat pleno ini juga menyoroti pentingnya relevansi nilai-nilai 1945 dalam konteks kekinian.
Gotong royong, bela tanah air, dan cinta tanah air adalah warisan luhur yang harus terus digaungkan. Dalam hal ini, DHD 45 Sumut tidak hanya berfokus pada penyampaian pesan moral, tetapi juga berupaya menginspirasi tindakan konkret.
Generasi muda diajak untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, menjadikannya sebagai landasan dalam menghadapi tantangan zaman.
Lebih dari sekadar seruan, DHD 45 Sumut mengimbau masyarakat untuk mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan.
Pendekatan ini menjadi simbol optimisme bahwa keterbelahan bangsa bukanlah hambatan yang tak teratasi, melainkan peluang untuk membangun harmoni yang lebih kuat.
Dengan menempatkan Sumatera Utara sebagai teladan, organisasi ini berharap semangat persatuan dapat menginspirasi daerah lain di Indonesia.
Dengan jiwa, semangat, dan nilai-nilai 1945, DHD 45 Sumut memantapkan langkah sebagai penjaga persatuan bangsa.
Momentum 2025 harus menjadi titik balik untuk Indonesia yang lebih harmonis, di mana persatuan dan nasionalisme menjadi kekuatan utama menghadapi masa depan. Dalam semangat ini, mari kita bangkit bersama, demi Indonesia yang lebih baik. (*)











