oleh

Prof Dr Hasyimsyah : Jewer Gubsu ke Choki Rasa Sayang dan Peringatan Tingkatkan Prestasi

MEDAN-Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Provinsi Sumatera Utara, Prof Dr Hasyimsyah menilai saat Gubernur Sumut Edy Rahmayadi jewer pelatih biliar Khairuddin Aritonang bentuk sayang dan peringatan guna meningkatkan prestasi olahraga.

“Itu bentuk sayang dan bentuk peringatan. Tapi di satu sisi seenaknya mau menjadi pelatih gak mau diperingati kan. Pelajaran itu saya kira. Apalagi kita tahu prestasi olahraga di Sumut kurang baik. Pelajaranlah ini,” kata Ketua PW Muhammadiyah Sumut Hasyinsyah, Kamis (06/01/2022) di Medan.

Dia menyarankan agar perselisihan akibat jewer sayang antara Edy Rahmayadi dan Choki diakhiri dengan berbaikanlah untuk kebaikan Sumatera Utara hingga menghilangkan sisi-sisi yang merugikan ke depan.

“Polemik antara Gubernur Edy dan Choki Aritonang itu menjadi besar karena banyaknya interpretasi terhadap peristiwa tersebut. Kalau bahasa Medan dikompor-kompori,” taksirnya.

Dia menasehati, para pihak mengambil pelajaran baik dari kejadian terdahulu. “Ambil hikmah dari peristiwa itu,” nasehatnya.

BACA JUGA:  Fantastis, Anggaran Sosper DPRD SU Rp 3 M Dikuatirkan Tak Efektif dan Efesien

Laporan Balik

Sebelumnya, Rabu (5/1/2022) Junirwan Kurnia SH sebagai Pengacara Edy Rahmayadi, Junirwan Kurnia mengatakan, akan melaporkan balik pelatih Biliar PON Khoirudin alias Choki Aritonang karena menyebut Edy sebagai Gubernur jahanam.

“Laporan balik soal penistaan, bahasa di undang-undangnya begitu. Iya (dilaporkan balik),” tegasnya.

Junirwan menyampaikan pernyataan Choki itu dia sampaikan merespon jeweran Gubsu Edy kepadanya. Choki dinilai tidak sepantasnya menyampaikan itu karena Edy merupakan kepala daerah di Sumut.

BACA JUGA:  Kadispora Sumut Pastikan Bonus Atlet PON 2024 Tidak Dipotong, Total Rp56 Miliar Telah Disalurkan

“Soal laporan balik kita lihat perkembangan ke depan,” jelasnya.

Kasus ini berawal saat Gubsu Edy menjewer Choki Aritonang saat pemberian tali asih kepada kontingen PON asal Sumut. Edy mengatakan jeweran itu dia lakukan karena Choki tidur saat acara. “Pelatih saya, saya ngumpul begini, dia tidur,” ucap Edy di rumah dinas Gubsu, Rabu (29/12/2021). (PS/RED)

News Feed