Pandan.Siberindo.co.id | Ketua STAI Bahriyatul Ulum KH.Zainul Arifin , Muhammad Rifa’i Harahap, M,Ag melakukan penandatangan kerjasama (MoU) dengan Rektor Universitas Dharmawangsa Medan yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Muhammad Amri Nasution, SE, M.Si.
Bertempat di Aula STAI Bahriyatul Ulum KH Zainul Arifin Pandan , Jum’at ( 03/12/2021) .
Usai penandatanganan MoU , kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoA dengan Lembaga Penjaminan Mutu, Lembaga Penelitian, Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat, Fakultas Agama Islam dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dharmawangsa Medan.
Mengawali sambutannya Muhammad Rifa’i mengucapkan selamat datang dan ucapan terima kasih kepada Wakil Rektor Universitas Dharmawangsa berikut rombongan.
Ketua STAI Bahriyatul Ulum KH.Zainul Arifin juga sangat berterimakasih
Terkait kerjasama berbagi ilmu.
Diakhir sambutannya Muhamma Rifa’i meminta kepada seluruh mahasiswa dan civitas akademika STAI Bahriyatul Ulum KH Zainul Arifin Pandan agar mengikuti kuliah umum dengan seksama dan dapat mengambil ilmu dari Dr.Rahmat Hidayat, MA.
Dalam kesempata itu , usai MoU ditindak lanjuti langsung dengan melaksanakan kuliah umum yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Universitas Dharmawangsa Dr. Rahmat Hidayat, MA.
Dalam kuliah umumnya , Dr.Rahmat Hidayat menyampaikan Global Village merupakan sebuah konsep desa global yang dihadirkan ditengah-tengah masyarakat.
Dr.Rahmat mengartikan tidak adanya batasan yang memberikan jarak kepada seluruh warga diseluruh pelosok dunia untuk membudayakan informasi yang sama.
Globalisasi ditandai dengan menguatnya ruang pribadi. Globalisasi adalah sebuah era kompetisi dimana naiknya nilai intensitas hubungan antar budaya, norma sosial, kepentingan dan ideologi antar bangsa.
Sementara dampak positif dari global village ini, kondisi yang semakin cepat dan mudah, meningkatnya taraf hidup dari masyarakat, tingkat pembangunan yang semakin tinggi, meningkatnya turisme dan pariwisata, meningkatnya ekonomi menjadi lebih produktif, efektif dan efisien.
Disamping itu global village juga menimbulkan dampak negatif seperti masyarakat semakin individualis, melahirkan nepotisme, terjadinya prustasi yang berkepanjangan dan lain sebagainya.
Dari sisi lain tantangan perguruan tinggi islam di era globalisasi village antara lain jumlah peminat yang semakin meningkat, terbataskan lapangan kerja bagi lulusan perguruan tinggi islam, mutu lulusan yang kurang memenuhi harapan, rendahnya daya saing, adanya hambatan struktural/kelembagaan dan beragamnya latarbelakang pendidikan mahasiswa baru.
Peluang Perguruan Tinggi Islam di era Global Village diharapkan menjadi pembawa perubahan bagi masyarakat agar bisa bersaing dan punya daya saing yang kuat.
Demikian Dr. Rahmat Hidayat, MA mengakhiri kuliah umum nya sembari memberi motivasi dan semangat kepada mahasiswa-mahasiswa STAI Bahriyatul Ulum KH Zainul Arifin Pandan.
Hadir juga dalam kegiatan penandatangan MoU dan MoA ini diantara nya dari STAI Bahriyatul Ulum, Wakil Ketua I Bidang Akademik, Syahdan Lubis, MA, Wakil Ketua II Bidang Keuangan, Dra. Halimah, MA, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Ismail, M.Pd.
Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam, Indri Harmaili Lubis, S.Pd, M.Hum, Ketua Prodi Perbankan Syariah, H. Wandana Simatupang, Lc, MA. Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, Sri Hayati Damanik, MA.
Sementara dari Universitas Dharmawangsa hadir.Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Rahmat Hidayat, MA, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Muhammad Amri Nasution, SE, M.Si, Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu, Suardi, SE, MM.
Tampak undangan yang hadir pada kegiatan penandatangan MoU dan MoA, Bapak Samrul Bahri Hutabarat, S.Ag, MA (Kadis Koperasi UKM Kabupaten Tapanuli Tengah), Sugeng Sukoco, S.Ag, MM (Pimpinan Bank Syariah Indonesia Pandan) dan Agus Suryadi, S.Pd.I, M.Pd dari Sekolah Tinggia Agama Islam Jannatul Firdaus Subussalam Aceh. ( Mitanews.co.id ).











