oleh

Tak Sabar Didik Anak, Buah Hati Dipukuli Pakai Selang, Ibu Kandung Ditangkap

MALANG – Sabar didik anak, setiap ibu dituntut begitu. Tapi tidak dengan wanita yang satu ini. Beredar sebuah video berdurasi 2 menit lebih 16 detik yang memperlihatkan seorang ibu memukuli anak kandungnya. Bocah itu dianiaya dengan sebatang selang air. Tak pelak lagi, kasus ini viral di grup facebook dan polisi menindaklanjutinya.

Sabar Didik Anak Dibutuhkan Setiap Ibu

”Setelah video itu muncul, anggota kami langsung melakukan proses penyelidikan hingga pemeriksaan. Dan berikutnya kami akan melakukan pemanggilan dan akan menggelar pertemuan dengan perangkat desa dan didampingi dengan dinas perlindungan anak dan perempuan,” ujar AKBP Hendri Umar, Kapolres Malang, Rabu (2/9/2020).

Lebih lanjut, polisi mengatakan penyiksaan itu diduga dipicu saat proses belajar mengajar di rumah.

BACA JUGA:  Ribuan Ikan Keramba Syaiful Mati

“Awalnya sang ibu sedang membelajari anaknya. Karena anaknya yang diajari berkali-kali tidak mengerti, akhirnya ibunya emosi. Ketika emosi itu, ibunya mengambil selang dan dipukulkan kepada sang anak. Bahkan ibunya sempat menggigit tangan sang anak,” ungkap mantan Kasubbag Bungkol Spripim ini.

Direkam Tetangga Sendiri

Adapun video yang viral tersebut direkam tetangganya sendiri. Para tetangga datang ke rumah ibu dan anak tersebut lantaran mendengar suara keras dari dalam rumah.

“Karena ibunya saat memarahi anaknya itu, suaranya keras. Sehingga kondisi itu termonitor oleh tetangganya dan sempat divideo,” terangnya.

Dari kasus itu, kepolisian belum bisa memastikan nantinya apakah nanti dihukum atau bisa ditempuh jalur lain.

BACA JUGA:  Terima Donasi Rp 2 M, Edy Ajak Rampungkan Masjid Agung

“Sekarang masih ditangani. Entah nanti proses hukum berlaku ataukah ditempuh jalur lain. Hal itu karena banyak pertimbangan,” lanjut pria asal kelahiran Solok, Sumatera Barat itu.

Penyiksaan Secara Psikologis

Dia melanjutkan, kondisi sang anak yang menjadi korban penyiksaan tersebut secara psikologis masih baik. Bahkan, sang anak menyadari bahwa dipukuli ibunya karena bersifat malas.

“Kondisi psikologis anak saat ini masih baik. Dan anak menyadari kalau dipukuli ibunya karena memiliki salah, yaitu suka malas-malasan. Bahkan anaknya saat ini sangat menyayangi ibunya,” tegasnya.

Harus Banyak Bersabar

Dari kejadian itu, polisi mengimbau kepada orangtua dalam proses belajar mengajar di rumah karena pandemik Covid-19, orangtua harus banyak bersabar dalam menghadapi anak.

BACA JUGA:  Miris! Ayah Jual Anak Kandung Seharga Rp5,6 Juta

Diharapkan, orangtua memiliki kiat-kiat khusus agar anak belajar di rumah nyaman. Meskipun orang tua bukan guru secara formal.

“Dalam proses belajar mengajar di rumah, orang tua harus banyak bersabar dan menyampingkan emosi. Dan jangan sampai melakukan kekerasan, karena anak harus dididik dengan baik, jangan sampai trauma.”

Seperti diwartakan Topmetro.News sebelumnya, seorang anak dianiaya ayah tiri. Begitulah yang dialami Mawar (14). Persoalannya sepele, lantaran Mawar tak tega melihat ibu kandungnya dianiaya ayah tirinya.

Ketika didatangani, Mawar bukannya dibujuk, justru dianiaya. Tak pelak lagi, didampingi ayah kandungnya, Mawar mengadukan,… Baca Selanjutnya di www.topmetro.news

Komentar

News Feed