oleh

H. Babay Parid Wazdi Respon Positip Pemeriksaan Kejagung: Komitmen pada Transparansi dan Etika Publik

-Tak Berkategori

H. Babay Parid Wazdi Respon Positip Pemeriksaan Kejagung: Komitmen pada Transparansi dan Etika Publik

Medan — Direktur Utama Bank Sumut, H. Babay Parid Wazdi, menunjukkan sikap terbuka dan dewasa dalam menanggapi pemeriksaan dirinya oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai saksi dalam suatu perkara yang terjadi ketika ia masih bertugas di Bank DKI beberapa tahun lalu.

Pemeriksaan ini tidak berkaitan dengan jabatannya saat ini sebagai Dirut Bank Sumut, dan bukan pula menyangkut aktivitas lembaga keuangan daerah yang kini ia pimpin.

Meski demikian, Babay memberikan respon terbuka dan positif, sebagai bentuk penghormatan terhadap proses hukum serta komitmen terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas yang selama ini ia junjung.

Dalam pernyataannya kepada media, Babay menegaskan kesiapannya untuk memberikan keterangan secara jujur dan bertanggung jawab, serta menghormati lembaga penegak hukum yang menjalankan tugasnya.

BACA JUGA:  Mesjid Fajar Ramadhan Johor Peroleh Bantuan Mobil Jenazah

“Saya menghormati proses hukum dan siap memberi keterangan secara terbuka. Sebagai Dirut Bank Sumut, saya menjunjung tinggi integritas dan siap bekerja sama demi terwujudnya tata kelola yang bersih,” ujar Babay.

Sikap responsif dan elegan Babay ini menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk wartawan senior Sumatera Utara, Zulfikar Tanjung. Ia menyebut bahwa langkah Babay memberi contoh bagaimana seorang pejabat publik merespons sorotan media dengan menjunjung kode etik jurnalistik.

“Dalam situasi yang sensitif seperti ini, respon Pak Babay mencerminkan kepemimpinan yang terbuka dan dewasa. Ia tidak lari dari sorotan, tetapi justru merespon dengan elegan. Ini penting untuk membangun kepercayaan publik,” kata Zulfikar.

BACA JUGA:  DPRDSU Dukung Penuh PIP Salah Satu Program Presiden RI Jokowi

Cermin Kepemimpinan Modern dan Komitmen Kode Etik Publik

Seorang pengamat komunikasi publik menilai bahwa keterbukaan Babay merupakan bagian dari komunikasi strategis dan kepemimpinan profesional yang bertanggung jawab.

“Pemimpin yang mampu menyampaikan sikapnya secara terbuka kepada publik akan lebih mudah mendapat legitimasi moral. Ini bukan sekadar citra, tetapi bagian dari praktik kepemimpinan yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Dampak Positif bagi Kehidupan Pers dan Ruang Publik

Sikap Babay juga dinilai membawa angin segar bagi kehidupan pers di Sumatera Utara dan Indonesia pada umumnya. Ia tidak menutup diri dari pertanyaan wartawan, tetapi justru merespon secara konstruktif dan informatif. Dalam era keterbukaan informasi, komunikasi yang sehat antara pejabat publik dan media menjadi penopang penting demokrasi dan kepercayaan masyarakat.

BACA JUGA:  Bupati Karo dan Dirut PT Bank Sumut Sepakat Tambah Tapping Box Libatkan KPK

“Sikap seperti inilah yang membangun ruang publik yang sehat. Bukan hanya memperbaiki citra pribadi, tapi juga menginspirasi pejabat lainnya agar tidak menjadikan media sebagai musuh, melainkan sebagai mitra komunikasi yang setara,” tambah Zulfikar.

Analisis Singkat:

Respon Babay menampilkan dirinya sebagai tokoh profesional yang tidak defensif, melainkan terbuka terhadap proses hukum meski tak berkaitan langsung dengan jabatan saat ini. Ini menguatkan citra sebagai pemimpin yang berintegritas dan matang secara emosional.

Untuk Kehidupan Pers: Babay memberi teladan bagi pejabat publik lainnya agar tidak menutup akses informasi. Ini menjadi kontribusi penting dalam memperkuat budaya pers yang terbuka, faktual, dan tidak represif.