oleh

Gelombang Tinggi, Ratusan Nelayan Tradisional Belawan Enggan Melaut

BELAWAN – realitasonline.id | Ratusan Nelayan Tradisional yang berada di pesisir pantai, khususnya Kel.Bagan deli, Kec. Medan belawan, Kota Medan. Sumatera Utara beberapa hari ini berhenti melaut.

Pasalnya, Cuaca ekstrem disertai Gelombang tinggi diperairan selat malaka memaksa nelayan enggan melaut. Akibatnya, mengancam perekonomian mereka. Nelayan juga khawatir alat tangkap ikan yang dipasang di perahu, rusak akibat diterjang angin kencang dan ombak besar.

Hal ini membuat aktifitas pelelangan ikan ikut terhenti, karena disebabkan minimnya pasokan ikan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bagan deli.

Menurut salah seorang nelayan, M Syahdan mengatakan cuaca ekstrem menyebabkan angin kencang dan ombak besar terjadi sejak sepekan hingga saat ini nelayan enggan melaut.

“Kejadian cuaca ekstrem ini sudah berlangsung sejak sepekan jadi kami belum berani melaut,” kata M Syahdan kepada Realitasonline.id ketika dikonfirmasi, Sabtu (02/01/2021).

BACA JUGA:  Bom di Makasar, Ketua PSI Sumut: Masyarakat Jangan Terprovokasi

Saat ini para nelayan terpaksa beralih profesi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mereka ada yang memperbaiki pukatnya dan ada juga menjadi buruh bangunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk menghindari kejadian buruk. Sementara itu BMKG mengumumkan selama sepekan kedepan, masih akan terjadi gelombang tinggi di perairan selat malaka. (AH)

Komentar

News Feed