oleh

Siswi SMP Digilir 10 Orang, Teman yang Jemput Pulang pun Ikut

BALI – Siswi SMP digilir 10 orang pria. Inilah kasus yang sedang ditangani Satreskrim Polres Buleleng, Bali.  Polisi menangkap 10 orang pria yang dipersangkakan memerkosa siswi SMP berusia 12 tahun.

Siswi SMP Digilir Para Tersangka Ditangkapi

Akhirnya, ke 10 pria itu ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap Senin (26/10/2020).

“Tapi hanya tiga pelaku yang bisa ditahan. Sebab, tujuh pelaku lainnya masih anak dibawah umur,” kata AKBP Made Sinar Subawa, Kapolres Buleleng dalam keterangan resminya, Sabtu (31/10/2020).

Ketiga tersangka yang ditahan antara lain Gede Putra Ariawan alias Wawan, pemuda berusia 19 tahun asal Desa Alasanger, Kecamatan Buleleng.

Dua lainnya Arya Gunawan alias Berit (22) warga Panarungan dan Putu Rudi Ariawan (19) juga warga Penarungan.

Sedangkan 7 tersangka lainnya tak ditahan karena masih dibawah umur yakni inisial GA, E, S, GP, KD, KJ dan T.

BACA JUGA:  2 Desa Di Madina Dilanda Banjir Kiriman

“Ya mereka masih dibawah umur, rata-rata usia 15 tahun sampai 17 tahun,” kata kapolres.

Namun, kapolres memastikan ke 7 tersangka yang masih dibawah umur itu tetap diproses hukum sesuai perbuatannya.

Dia menjabarkan, ke 10 tersangka memerkosa siswi SMP pada Minggu (11/10/2020) malam, kala korban hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) untuk sepeda motornya.

Pamit Kerjakan PR

Kala itu, korban berpamitan kepada orang rumah untuk pergi ke rumah teman guna mengerjakan tugas dari sekolah.

Di perjalanan, sepeda motor korban mendadak mati mesin karena kehabisan bensin.

Dia lantas menghubungi temannya berinisial KD agar bisa membelikannya bensin di SPBU.

Tapi, KD datang bukan membawa bensin, melainkan mengajak korban ke rumah rekannya berinisial KJ.

“Di rumah KJ itulah korban diperkosa secara bergiliran bersama Berit dan Rudi. Itu terjadi pukul 23.00 WITA,” beber Sinar Subawa.

BACA JUGA:  KAPTK Kolaborasi dengan TP PKK Lakukan ‘Gebrak Masker’ di Medan

Setelah merudapaksa, ketiga pelaku menyekap korban. Mereka tak memperkenankan korban pulang.

Keesokannya, Senin (12/10/2020) pagi pukul 05.00 WITA, korban yang keterbelakangan mental kembali durdapaksa pemilik rumah, KJ.

Seusai KJ, datang 2 lelaki yang memaksa korban untuk memenuhi nafsunya.

Dengan begitu, semalam suntuk korban diperkosa 6 orang.

Sementara Minggu sore, korban dibawa tersangka Berit, Rudi, KJ ke Desa Alasangker dengan alasan sepeda motor perempuan itu diperbaiki di bengkel.

“Ternyata di sana, korban diperkenalkan ke tersangka Wawan dan GA. Korban diperkosa di semak-semak oleh kedua tersangka itu,” kata dia.

Selanjutnya, oleh tersangka Wawan, korban dibawa ke bengkel dan di sana kembali durdapaksa oleh lelaki yang kini belum diketahui identitasnya.

Tak berhenti di situ, korban ditelepon temannya berinisial E yang berpura-pura ingin menjemput dan membawa pulang gadis malang itu.

BACA JUGA:  Pembunuh dan Pemerkosa Terancam Pasal Berlapis

“Tapi setelah dijemput, E membawa korban ke sebuah rumah dan kembali diperkosa.”

Keluarga, sejak korban pergi dan tak pulang, telah mencari kemana-mana. Korban baru ditemukan keluarga di Desa Alasangker, Selasa (13/10/2020).

“Jadi, pelaku ini tidak saling kenal. Dugaan kami, karena ada yang melihat korban kali pertama dirudapaksa, akhirnya ikut serta. Ada pula yang pura-pura mengantarkan pulang tapi berbuat sama,” kata dia.

Sinar Subawa mengungkapkan kondisi korban masih traumatis. Korban masih didampingi psikolog.

“Ini perbuatan yang sangat keji. Kami akan menanganginya secara profesional.”

Seperti diberitakan TOPMETRO.NEWS sebelumnya, nasib remaja putus sekolah ini benar-benar tragis. Remaja belia berinisial OR itu dilaporkan menghembuskan nafas terakhirnya usai menjadi korban pelecehan seksual,… Baca Selanjutnya di www.topmetro.news

Komentar

News Feed