Medan – Fakta lumayan mengejutkan disampaikan seorang putra Batak yang berhasil di kemiliteran, yakni Brigjen TNI John Sihol Pardamean Sihombing. Dia menyebut, ternyata di ‘dalihan na tolu’, tidak ada sarana untuk meminta maaf bagi sesama ‘dongan sabutuha’. Hal itu disampaikan Kepala Kelompok Staf Ahli Kodam I/BB itu saat memberi sambutan pada acara Pelantikan pengurus Satgas DPD HBB (Horas Bangso Batak) Sumut, dan DPC Tingkat II Medan serta Deli Serdang, di Aurora Ballroom Hotel Grand Antares, Jalan Sisingamangaraja Medan, Sabtu sore (1/8/2020).
Menurut dia, mungkin itu sebabnya dalam ‘dalihan na tolu’ disebut, ‘manat mardongan tubu’. “Kalau salah kepada hula-hula bawa ‘na margoar’. Ketika salah kepada boru, bawa ‘dengke’. Tapi ketika salah kepada dongan tubu, apa sarananya?” tanya jenderal bintang satu itu
Puji Visi HBB
Brigjen TNI John SP Sihombing mengaku merasa bangga bisa hadir di pelantikan Satgas HBB. Dia memuji visi HBB yang menurutnya tidak neko-neko, tapi berat. Salah satunya yang berat, kata dia adalah, visi untuk mempersatukan elemen masyarakat Batak. Sebab menurutnya, sulit memimpin Orang Batak, karena semua ingin jadi pemimpin. Semua ‘anak ni raja’.
Untuk satgas dia berharap agar menjadi garam dan terang. “Jadikan dirimu menjadi orang yang dirindukan orang lain,” katanya.
Dia pun memberi motivasi kepada satgas untuk bisa menjadi organisasi yang bisa berbuat untuk masyarakat. “Jangan hanya petantang-petenteng pakai loreng. Tak ada guna sekarang,” tegasnya.
Kata dia, saatnya ormas mengandalkan kreatifitas dan inovasi. Apalagi saat ini situasi ekonomi bangsa tengah sulit. Orang Batak, sambung Jhon, harus ikut mencari jalan untuk bisa membantu sesamanya.
Syamsul Arifin yang turut hadir di acara itu, dalam sambutannya mengatakan, supaya sejalan ucapan dan perbuatan. “Jangan hanya cakap saja,” katanya seraya berharap, agar semua anggota satgas HBB terus berjuang untuk kepentingan semua orang.
Mantan Gubernur Sumut itu juga mengingatkan,…Baca Selanjutnya di www.topmetro.news












Komentar