STABAT – realitasonline.id | Setiap hari sekitar ratusan ton material diangkut dari dalam perut Sungai Bahorok tepatnya di areal 9,5 Kilometer. Usaha galian C membuat warga resah, karena khawatir Bahorok terancam tenggelam.
“Usaha Galian C disini sudah sangat meresahkan,” kata Rahman selaku tokoh masyarakat yang hadir di acara Reses Anggota DPRDSU Rudi Alfahri Rangkuti di Desa Timbang Lawan, Kec. Bahorok, Kab. Langkat, Sabtu (28/2) siang.
Rahman menyebut selama belum ada kajian ilmiah terkait aktifitas Galian C maka hendaknya pemerintah meneliti ulang izin operasional yang diberikan Pemprovsu.
“Surat penolakan sudah diserahkan ke Gubsu melalui Wagubsu. Bahkan tahun 2014 masyarakat sudah membuat mosi atau demo untuk menolak galian C. Tapi entah apa ceritanya, izin galian C tetap diberikan,” kata Rahman.
“Entah masyarakat mana yang mendukung kami pun tak tahu. Makanya ada indikasi manipulasi administrasi dalam penerbitan usaha galian C ini. Karena itu kami berharap agar pihak terkait dapat mengkaji ulang izin yang diterbitkan,” tambahnya.
Rahman berharap, agar Sungai Bahorok yang dimulai dari batas TNGL hingga ke pemukiman warga, dengan panjang sekitar 9,5 Km dapat terbebas dari Galian C.
“Yang terjadi sekarang ini, areal 9,5 Km itu sudah hampir milik pengusaha. Karena menurut mereka (pengusaha), dari 9,5 Km itu, sebanyak 22 hektar sudah punya mereka dan bisa digali,” ungkap Rahman.
Akibat aktivitas galian C ini, lanjut Rahman, tanah-tanah warga tergerus erosi dan kebun sawit habis. “Sekarang ini, sungai yang tadinya berpantai sudah bertebing. Bahkan sedikit demi sedikit tergerus dan jika dibiarkan tentunya menghabisi kebun-kebun warga,” bebernya.
Melihat kondisi ini, Rahman berharap agar Gubsu, Wagubsu, dan DPRD Sumut dapat menindak lanjuti persoalan tersebut. “Sungai ini nadi warga Bahorok. Jika dibiarkan Bahorok bisa tenggelam. Gubsu, Wagubsu, dan DPRD Sumut sudah turun ke daerah kami. Maka tolong ditindak lanjuti,” harapnya.
Menanggapi persoalan itu, Rudi Alfahri Rangkuti menegaskan, bahwa DPRD Sumut kerap berdebat dengan pihak terkait di provinsi guna membahas tentang galian C.
“Tidak hanya di Langkat, persoalan serupa hampir terjadi di Sumut. Bahkan ada temuan kami, izinnya cuma satu, tapi pengusaha yang sama bisa membuka galian di tempat lain dengan izin yang sama juga. Makanya kami sering berdebat soal galian C,” ungkapnya.
“Galian C ini akan saya koordinasikan lagi dengan pihak terkait di Sumut. Gubsu, Wagubsu, dan DPRD Sumut sudah turun ke Bahorok. Kalau gak tuntas juga, bingung kita ini. Dokan saya, mudah-mudahan dapat persoalan ini ditindak lanjuti pihak terkait,” imbuhnya.
Kata Rudi, kunjungannya ke Bahorok ini juga dalam rangka ingin memastikan apakah masih ada Galian C yang membuka usahanya disini. Sebab, sesuai kata Gubsu kemarin, dirinya sudah memerintahkan agar Galian C di Bahorok ini segera ditutup.
“Saya datang kemari untuk memastikan apakah benar masih ada Galian C di Bahorok ini. Kalau masih ada nanti akan saya sampaikan ke Gubsu terkait kondisi ini,” janjinya. (AA)












Komentar