BIREUEN – realitasonline.id | Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen akan memberikan pendidikan gratis untuk mahasiswa yang berasal dari siswa berprestasi, anak yatim dan anak korban konflik.
“Tindakan ini merupakan komitmen kami dalam rangka mencerdaskan anak bangsa seluas-luasnya”, ungkap Rektor UNIKI Bireuen, Prof Apridar.
Sebut Prof Apridar, UNIKI Bireuen yang terletak di lintasan nasional Banda Aceh – Medan, Desa Blangblahdeh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen membuka pendaftaran bagi mahasiswa baru mulai 1 Maret 2021 ini.
Sebut Rektor Prof Apridar, pada tahun 2021 ini Yayasan Kebangsaan Bireuen akan memperjuangkan lebih banyak lagi bantuan beasiswa kuliah kepada berbagai pihak.
Sebut Prof Apridar, UNIKI Bireuen juga akan memperkuat diri dengan bekerjasama dengan berbagai Dayah/ Pesantren terkemuka di Provinsi Aceh agar para lulusan nantinya memiliki nilai tambah terhadap kesarjanaan yang diraihnya.
“Saat ini telah terjalin kemitraan dengan beberapa Dayah/ Pesantren, yakni YPI Harapan Ummat di Desa Arongan, Simpang Mamplam, Bireuen, YPI Misbahudh Dhulam Al-Aziziyah di Lueng Putu, Kabupaten Pidie Jaya, Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunib, dan Dayah Darul Ulum Al-Munawwarah Lhok Mon Puteh,” sebut Prof Apridar.

Sementara Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan, Dr. H. Amiruddin Idris mengatakan, pada Tahun 2019 dan 2020 Yayasan dan Rektorat UNIKI sudah banyak menggalang bantuan beasiswa kepada anak korban konflik, anak miskin dan anak yang berprestasi.
“Tercatat dari 712 Mahasiswa yang masuk UNIKI pada Tahun 2020, terdapat puluhan melenial yang hafiz Al-Quran, dan yang memiliki prestasi basic di SMA nya dapat dikembangkan lagi di kampus UNIKI,” sebut Dr H Amiruddin Idris.
Dr H Amiruddin Idris juga berharap ke depan tidak boleh ada lagi pemuda yang putus sekolah atau tidak dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi karena alasan faktor biaya.
“Insya Allah, saya yakin dengan program kerjasama yang digalang UNIKI dengan Pemda dan Pemerintah Pusat maka tidak ada lagi tamatan SLTA tidak melanjutkan pendidikan,” kata Amiruddin Idris yang juga Anggota DPR-Aceh Komisi VI. (RZ/AJ)












Komentar