oleh

Siantar Pengguna QRIS Tertinggi DI Sisi Batas Labuhan

QRIS merupakan sistem pembayaran yang menggunakan QR Code atau biasa disebut barcode (bayar dengan code)  dalam transaksi digital atau nontunai.

“Penggunaan QRIS di Kota Siantar tergolong cukup banyak bila dibandingkan kota-kota lainnya di wilayah  Sumatera Utara atau di bawah Kota Medan, yang cenderung sudah melek digital,’ sebut Edhi.

Menurut Edhi, penggunaan QRIS di wilayah kerjanya yang meliputi 8 Kabupaten/Kota SISI BATAS LABUHAN ( Siantar, Simalungun, Batubara, Tanjungbalai, Asahan, Labuhanbatu, Labuhan Batu Utara, dan Labuhanbatu selatan) mencapai 28971 merchant. Khusus Kota Pematangsiantar pengguna QRIS ada 7304 merchant dengan transaksi Rp 454.063.789. Kota Pematangsiantar adalah yang terbanyak bila dibandingkan daerah lain dalam zona Sisibatas Labuhan.

Demikian dikatakan Edhi pada acara pelatihan wartawan ekonomi Siantar-Simalungun di Niagara Hotel Parapat, kemarin. Ditargetkan,pada akhir 2021 mencapai 12 juta merchant. Makanya kita tengah mengkampanyekan penggunaan QRIS di lingkungan perusahaan, komunitas, generasi milenieal (mahasiswa), bahkan kegiatan agama, seperti gereja dan Mesjid seperti berinfaq menggunakan QRIS..

Edhi meyakini, keuntungan dari penggunaan QRIS di kalangan pembeli dan pedagang/merchant, adalah dapat membuat transaksi pembayaran menjadi lebih terukur, tercatat dan cepat.

“Biasanya kalau belanja di luar kan, ada kembalian misal Rp 300 yang akhirnya nggak diambil. Kalau pakai QRIS kan jelas. Misalnya mau bayar air ke Perumda Tirta Uli. Kan mereka udah buka akses pembayaran pakai aplikasi,” katanya.

BACA JUGA:  Gubsu Edy Rahmayadi Kunjungi Keluarga Alm Ilham Pane

Dirinya berharap peran pemerintah daerah, influencer, media massa dapat mendorong masyarakat menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran masa depan.

Selain itu, Edhi juga menyampaikan kondisi ekonomi di tengah pandemic covid 19, Aktivitas ekonomi global menunjukkan perbaikan yang bertahap seiring dengan implementasi vaksinasi di berbagai negara. Meskipun dalam situasi pandemi covid-19, pertumbuhan ekonomi nasional masih meningkat.dan tingkat mobilitas semakin melandai akibat adanya kebijakan PPKM pada Januari 2021,

Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat mengalami kontraksi sebesar 2,15% (yoy). Namun kontraksi yang dialami tidak sedalam triwulan sebelumnya. Secara keseluruhan pada tahun 2020 Indonesia mengalami kontraksi sebesar 2,07% (yoy). Hal tersebut juga didukung oleh ekspor yang tercatat tumbuh positif hingga awal 2021.

BACA JUGA:  Bupati Labuhanbatu Beri Perhatian Terhadap Tumbuh Kembang Balita

Dari sisi lapangan usaha, sektor informasi dan komunikasi serta sektor jasa kesehatan menjadi sektor dengan pertumbuhan positif paling tinggi sepanjang tahun 2020. Pemulihan ekonomi dilakukan bersama pemerintah melalui peningkatan kapasitas UMKM. .

Melalui platform digital memasarkan produk UMKM berorientasi eksport dengan menyelenggarakan pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan Gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI). . Melaksanakan pekan ekonomi dan keuangan digital dan bersama pemerintah melakukan Elektronifikasi Transaksi pemerintah (ETP) dan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). (SS)

Komentar

News Feed