oleh

IHSG Bergerak Bagaikan Roller Coaster

 

Catatan Ekonomi Gunawan Benyamin

Tak heran, sempat dibuka menguat dan naik sangat tajam disesi perdagangan pertama. Namun tidak lantas membuat IHSG bebas tekanan.

IHSG bahkan sempat parkir di zona merah meskipun sejenak. IHSG sempat diperdagangkan negatif di level 5.597,54 pada pukul 10.55 WIB.

Tak hanya itu, kinerja IHSG sendiri mengalami tekanan seiring aksi jual atau profit taking. Namun tidak butuh waktu lama.

BACA JUGA:  Kemenangan Biden,  Bagaimana Pengaruh Ekonomi Sumut?

IHSG kembali lagi dalam tren positif dan ditutup menguat 2% di level 5.724,74. Kinerja IHSG di sesi perdagangan kedua bahkan terlihat lebih stabil.

Bahkan tren naik mampu dipertahankan hingga sesi penutupan perdagangan. Meski demikian, kenaikan IHSG mencapai 2%.
Justru tetap dibarengi posisi jual bersih asing sebesar Rp 684 milyar di semua pasar.

BACA JUGA:  Pemerintah Dukung Pejuang Ekonomi Garis Depan Wirausahawan Usaha Mikro

Berbeda dengan IHSG, Rupiah diperdagangkan melemah. Rupiah ditutup turun di level 14.170 atau melemah tipis dari penutupan perdagangan sebelumnya.

Untuk mata uang rupiah sendiri, diyakini masih akan bergerak dengan kecenderungan menguat nantinya.

Sejauh ini, tren positif pada mata uang US Dolar tidak mampu bertahan lama. Dalam setiap perdagangan mata uang US Dolar masih dibayangi penurunan kinerja seiring pemulihan ekonomi AS yang belum optimal dan efektif untuk mendongkrak kenaikan suku bunga acuannya.

BACA JUGA:  Penerapan Ekonomi Sirkular di Sektor AMDK, Manfaat Ekonomi dan Tantangan Terkini di Indonesia

Gunawan Benyamin, pengamat ekonomi dan Dosen UISU Medan.

Komentar

News Feed