oleh

Kadis Lingkungan Hidup Labuhanbatu Tolak Hasil Swab Covid-19

LABUHANBATU –  Hasil pemeriksaan dari dokter terkait status kesehatan yang di derita kepala dinas lingkungan hidup H Nasrullah SH yang bersangkutan menolak hasil Swab Covid-19 yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara berdasarkan hasil laboratorium Rumah Sakit Murni Teguh, Rumah Sakit Royal Prima, Laboratorium Klinik Bunda Tamrin, dan Laboratorium Rumah Sakit Umum Adam Malik.

Hal ini diketahui ketika viralnya pernyataan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu di Medsos pada beberapa waktu lalu yang menyatakan informasi dirinya terpapar Covid-19 adalah hoax, namun sayang stagmen tersebut tidak dibarengi dengan menunjukan hasil Swab yang menyatakan dirinya negatif Covid-19 bagitu juga ketika dikonfirmasi awak media Jum’at pekan lalu yang bersangkutan juga tidak menjawab.

Berdasarkan informasi yang di himpun dari berbagai sumber seperti pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera yang ditandatangani sekretarisnya dr Yudhariansyah MM. Dari tujuh nama masyarakat Labuhanbatu yang terinfeksi virus Corona satu di antaranya tercantum nama Kepala Dinas Lingkungan Hidup berinisial N (56) warga Jalan Nenas.

BACA JUGA:  50 Orang Karyawan Proyek PLTA Asahan III Dinyatakan Positif Terpapar Covid-19

Begitu juga surat keterangan Rumah Sakit Umum Royal Prima No: 921/EXT/ SP/ RSURP/IX/2020 yang di tandatangani dr. Sadarita Sitepu Sp.P  pada tanggal 17/9/2020 yang menyatakan atas nama: N (56) tanggal lahir 27 November 1963 yang beralamat di jalan nenas dinyatakan benar pasien yang dirawat di RSU Royal Prima dengan diagnosa Covid-19 terkonfirmasi farsisten sembuh dinyatakan boleh pulang, dengan keadaan klinis batuk, demam dan sesak sudah tidak ada dan harus melakukan isolasi diri selama 7 hari di rumah.

Dari situ dapat disimpulkan bahwa yang bersangkutan N adalah pasien Covid-19, dan informasi yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu H Kamal bukan Hoax, ujar Kadis Kesehatan, Selasa (29/9/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu H Kamal Ilham didampingi Ketua Hugus Yugas Percepatan Penandatanganan Covid-19 Dinas Kesehatan Labuhanbatu, Syafrizal dan Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dinas Kesehatan Labuhanbatu, Frisca Simanjuntak SKM ketika dikonfirmasi awak media mengatakan hanya ingin memutus rantai penyebaran Covid-19.

BACA JUGA:  5 Nelayan Terdampar di Pulau Jarak Malaysia, Pemerintah RI Diminta Lindungi

“Kita sampaikan ini berdasarkan data dari RSU Royal Prima Medan dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, yang bertujuan memutus rantai penyebaran Covid-19 bukan bermaksud untuk menyudutkan mereka yang terinfeksi virus tersebut,” ujarnya.

Karena di Labuhanbatu termasuk tanggung jawab kami, dari itu ketika ada informasi warga Labuhanbatu terpapar kami harus menyikapinya, ucap Kamal.

Terkait pernyataan Kadis DLH yang mengatakan informasi yang disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu hoax, Kamal menyebutkan dirinya hanya menyampaikan ini berdasarkan data. “Kok dibilang hoax. Hoax itu kan ketika kita sampaikan informasi namun tidak berdasarkan data,” ujar Kamal.

Ditanya kronologi beredarnya hasil Swab Kepala Dinas tersebut mengatakan tidak pernah menyebarkan selebaran tersebut. “Saya juga heran mengapa selebaran itu bisa beredar di Medsos,” ujar ya.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Pematangsiantar, Tewas Gantung Diri Pakai Selang

N diperiksa tanggal 15 September. Hasil pemeriksaan keluar tanggal 17 September dan selebaran dikeluarkan ataupun dicetak pihak Dinas Kesehatan Provinsi tangal 21. Sementara N pulang tanggal 17 sebelum hasil itu dikeluarkan. “Mungkin beliau belum memegang hasil itu sehingga menolak apa yang sampaikan, kalau dia merasa tidak terpapar coba tunjukan hasil pemeriksaan medis dari RS.Royal itu.” ujarnya.

Saya tidak bermaksud menyudutkan, saya hanya ingin masyarakat dan N tahu dan berhati-hati terhadap virus ini agar penyebaran virus ini terputus tidak menyebar ke yang lainnya. Kasihan masyarakat, semoga masyarakat dan N cepat sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasa menyelesaikan tugas-tugas di kantor, jelas Kamal.

Sementara Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Dinas Kesehatan Labuhanbatu, … Baca Selanjutnya di : Realitasonline.id

Komentar

News Feed