oleh

Wartawan Jadi Loper, Redaktur Koran Jadi Cleaning Service

NASIONAL – Wartawan jadi loper sedang lay outer dan redaktur jadi cleaning service. Begitulah nasib belasan jurnalis yang bekerja di media cetak lokal Balikpapan, Kalimantan Timur mengalami demosi menjadi tukang loper koran hingga cleaning service di medianya bekerja.

Atas prilaku itu, belasan jurnalis itu mengadu kepada PWI Balikpapan atas tindakan pelecehan profesi jurnalis.

Rusli, salah satu perwakilan pekerja yang mengalami demosi menuturkan, sanksi itu mereka dapatkan lantaran melakukan aksi mogok kerja.

BACA JUGA:  Sekjen Gerindra Tegaskan Pentingnya Menjaga Kedamaian Jelang Pemilu 2024

Tidak dijelaskan apa alasan jurnalis itu menggelar aksi mogok kerja. Hanya saja, mereka mengklaim aksi mogok tersebut sudah sesuai dengan amanah undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Pasal 1 ayat 23 tentang Mogok Kerja.

“Kami sudah melakukan aksi mogok kerja sesuai aturan yang berlaku. Tapi kantor menganggap kami ini mangkir, jadi diberi SP (Surat Peringatan) 2 dan demosi dari redaktur jadi cleaning servis, ada yang dari wartawan jadi loper koran, layout jadi cleaning servis. Kan aneh, seolah-olah agar kita tidak betah lalu mengundurkan diri. Jadi ini akal-akalan perusahaan saja,” terang Rusli.

BACA JUGA:  40 Pengunjung Pusat Pasar Medan Terjaring Ops Yustisi

Lantaran mogok, para jurnalis tersebut justru dianggap mengundurkan diri sehingga tidak mendapatkan pesangon. Rusli mengaku pihaknya juga sudah mengadukan hal tersebut kepada Dinas Tenaga Kerja, DPRD, dan kepolisian.

Ketua PWI Balikpapan Sumarsono menyayangkan adanya keputusan sepihak dari perusahaan yang menempatkan jurnalis wartawan jadi petugas kebersihan dan loper koran.

Kami coba berikan masukan. Harusnya kalau ada persoalan di perusahaan, ya mari kita selesaikan bersama. Pandemi itu semua orang terdampak, tapi jangan membuat pekerja seperti sakit-sakitan, terus keluar sendiri. Kami sedih juga, teman-teman yang wartawan terus ditempatkan di posisi yang bukan kompetensinya dia. Kami prihatin kenapa ini mesti terjadi, apalagi tidak hanya satu orang,… Baca Selanjutnya di www.topmetro.news

Komentar

News Feed