oleh

2 Tahun Vakum, Pekerja Event Sumut Sikapi Perpanjangan PPKM Level 4

MEDAN | okemedan. Para pekerja event di Sumatera Utara (Sumut) Kamis (2/9/2021) besok mengadakan sharing dan diskusi menyikapi perpanjangan PPKM Level 4.

Sharing dan diskusi pekerja event ini dilaksanakan karena sampai kini event-event di dalam ruangan belum juga diberi izin oleh pemerintah setempat.

Perwakilan pekerja event yang tergabung dalam GAPAPSU (Gabungan Asosiasi Penyelenggara Acara & Pernikahan Sumatera Utara), Popon, kepada okemedan.com, Rabu (1/9/21) mengatakan, sharing dan diskusi antar pekerja event ini diadakan di MICC Jalan Gagak Hitam, Medan jam 10.00-12.00 WIB untuk menyatukan sikap yang akan disampaikan kepada pemerintah di daerah ini maupun pemerintah pusat.

BACA JUGA:  Sejumlah Tokoh Masyarakat Sumut Beri Masukan untuk Anies Rasyid Baswedan

Popon menyebutkan, ada 40 orang perwakilan asosiasi yang menyatakan akan ikut besok.

“Goal yang mau dicapai berharap dapat diterima audiensi ke pemangku jabatan,” ujarnya.

Popon menegaskan, teman teman pekerja event termasuk pihaknya sejatinya siap dan bertanggungjawab untuk melaksanakan kegiatan dengan standar protokol kesehatan (prokes) yang lebih ketat.

“Asosiasi pekerja event seperti EO, WO, Dekorasi, Catering,Talent,MUA, Dokumentasi, Crew siap dan bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan dengan standard prokes yang lebih ketat,” tegasnya.

BACA JUGA:  Oknum Pegawai BPN Sergai Terjaring OTT

Seperti diketahui, sejak pandemi Covid-19 awal tahun lalu, pemerintah melarang event-event yang mengumpulkan massa demi memutuskan penyebaran virus Covid-19 hingga saat ini.

Akibatnya, para pekerja event  kehilangan mata pencarian. Sejumlah event yang semula dijadwalkan terpaksa dibatalkan dan menimbulkan kerugian bagi pekerja event hingga ratusan juta Rupiah.

Pantauan okemedan.com, kondisi pekerja event semakin memprihatinkan manakala pembatasan pembatasan-kegiatan seperti PPKM Darurat, PPKM Level 4, terus berlanjut sampai sekarang. Padahal, asap dapur pekerja event bergantung pada event yang ditangani.  “Sudah hampir dua tahun kondisi ini,” aku Popon yang bisnis eventnya juga ikut terdampak hingga merugi.

BACA JUGA:  Potensi Parkir Paling Besar, DPRD Medan: Tapi PAD Minim

“Kami berharap diberikan kelonggaran, agar event dalam skala kecil dapat diizinkan  biar hidup dan bergeliat lagi bisnis ini,” kata pemilik salah satu EO di Medan ini.

OM – diur

 

 

Komentar

News Feed