Imam Besar Masjid Agung Medan Ajak fokuskan ibadah 10 hari terakhir Ramadhan
Medan – Imam Besar Masjid Agung Medan Al Ustadz Al Hafiz H Muhammad Syukur Siregar menyerukan kaum Muslim dan Muslimat lebih memfokuskan diri beribadah pada 10 hari terakhir Ramadhan 1445 Hijriah.
“Rasulullah SAW bila telah memasuki sepuluh akhir dari bulan Ramadan beliau mengencangkan sabuknya, menghidupkan malamnya dengan beribadah, serta membangunkan keluarganya,” ujar Ustadz mengutip Hadist (Al-Bukhari: 1884).
Menyampaikan siraman rohani menjelang Berbuka Puasa Bersama di Masjid Agung Medan yang baru, Minggu (31/3) Ustadz fokus mengingatkan momentum 10 terakhir ini.
Berbuka Puasa Bersama pada 20 Ramadhan ini dipenuhi para jamaah dari berbagai daerah, jumlahnya terus bertambah melampaui hari biasa. Dari jumlah penganan takzil yang disediakan diperkirakan sore itu mencapai 1500-an jamaah.
Alhamdulillah takzil mencukupi berasal dari donatur tetap tahun ini antara lain Pj Gubsu Dr Hassanudin, H Yuslin Siregar, H Indra Utama, H Musa Idishah atau Dody, H Mahmuzar Dharma Nasution atau Totok, H Sulaiman, H Suhardi Aroma dan Bank Sumut.
Lebih lanjut Ustadz mengingatkan bahwa dengan mencontoh kehidupan Rasulullah Muhammad SAW, 10 hari terakhir Ramadhan merupakan penentuan keberhasilan ibadah di bulan kemuliaan ini.
Disebutkan, 10 hari terakhir untuk mendapatkan ampunan dan syafaat dari Allah SWT, maka perlu beribadah sungguh-sungguh.
“Ramadhan akan berlalu begitu cepat, ” katanya.
Dia mengajak umat Muslim agar betul-betul memanfaatkan momentum Ramadhan ini sebagai ladang untuk meraup amal ibadah sebanyak-banyaknya.
Ustadz juga memaparkan di dalam riwayat Muslim: 2008, Ishaq bin Ibrahim Al-Hanzali memberikan keterangan maksud mengencangkan sabuk adalah, “Menjauhi tidur dengan istrinya untuk konsentrasi ibadah.” Selama i’tikaf, Rasulullah SAW tinggal di dalam masjid (Nabawi). Bahkan dibuatkan tenda khusus untuk beliau di dalam masjid, demi menjaga kekhusyukan beliau beribadah dan saat Jibril AS datang mengajarkan Al Quran setiap malam (al-Bukhari: 5).
Aisyah RA berkata, “Nabi SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan dan aku membuatkan tenda khusus untuk beliau, dan setiap beliau selesai dari shalat Subuh beliau masuk ke dalam tenda tersebut.” (Al-Bukhari: 1892). Aisyah pun membuat tenda untuk dirinya karena ia wanita (Al-Bukhari: 1900). Sedang para sahabat Nabi membawa perlengkapan (tidur) untuk i’tikaf secukupnya ke masjid (Al-Bukhari: 1899)


