oleh

Lemah Atasi Migor : Copot Kadisperindag Sumut!

MEDAN – Pengamat sosial dan publik, Wara Sinuhaji, meminta Gubsu Edy Rahmayadi mencopot saja Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara, Aspan Sofian Batubara, karena ia nilai lemah dalam mengatasi persoalan minyak goreng (migor).

Kata dosen senior di Fakultas Ilmu Budaya USU ini, Rabu 30/3, sebagaimana dikutip dari Mimbar Umum “Kita heran, kenapa Kadisperindag ini tidak kooperatif menyahuti keinginan Gubsu Edy Rahmayadi yang mengharapkan agar tata niaga migor disesuaikan dengan harga migor terjangkau, dan rakyat Sumut tidak resah akibat harga yang terus melambung tinggi?”

Kebijakan Gubsu Edy agar harga migor terjangkau, harus didukung semua pihak.

“Kita tak setuju jika ada bawahannya seperti Kadisperindag ini tak peduli (cuek) dalam problema migor yang saat ini terus menuai polemik di masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:  Kembali Longsor, Perempuan di Taput Gotong Royong Singkirkan Material Longsoran

BANTU

Ia melanjutkan, pelaku UKM kuliner penjual gorengan dan ibu rumah tangga yang menjadi konsumen migor, harus dibantu dengan harga murah dan terjangkau, didukung ketersedian migor yang cukup dan mudah dibeli.

Bukan seperti sekarang ini, migor mahal dan permintaan tinggi, dimana suplai banyak namun harga migor terlalu mahal di pasaran.

Dia pun memberi saran dan masukan kepada Gubsu Edy, agar mengganti Kadisperindag Sumut Aspan Sofian Batubara, yang kinerjanya buruk, dan tidak mampu bekerjasama dengan berbagai pihak.

Katanya, Dinas Perindag Sumut, bisa mengultimatum asosiasi pedagang migor, distributor, agen dan penyalur hingga pedagang eceran di kios atau toko di pusat perbelanjaan, swalayan, dan menindak tegas pelaku penimbun migor.

BACA JUGA:  Melanggar Aturan,Kadis Kehutanan Pastikan Tak Berikan Izin IUPHHK PT PLS

Bahkan, dalam operasi pasar (OP) yang dilakukan Satgas Pangan Migor bekerjasama dengan aparat kepolisian, sudah merazia dan menyegel lokasi penimbunan migor di Deliserdang, dan beberapa tempat lainnya.

Namun para penimbun migor hingga kini semakin merajalela dan tidak takut.
Itu akibat kurang tegasnya tindakan Dinas Perindag Sumut, yang tak berani mencabut izin usaha dan operasional perusahaan, distributor dan agen penyalur migor itu.

“Belum ada ‘action’ petinggi Disperindag Sumut, termasuk sikap tegas Pak Kadisnya sendiri,” tambahnya.

HARUS ADA KETEGASAN

Memang diakui Wara Sinuhaji, bahwa kasus migor ini merupakan masalah nasional akibat kurang tegasnya pengawasan pemerintah pusat.

Tapi untuk pemerintah lokal seperti di Sumatera Utara, harus ada pula ketegasan instansi terkait.

BACA JUGA:  Bupati dan Wakil Bupati Sergai Solat Jum’at di Masjid Nurul Hasanah, Ust. Julis Sanjaya : Kekompakan Kedua Pemimpin Ini Dapat Menjadi Contoh

“Kenapa Disperindag Sumut tidak melakukan tupoksinya melakukan pengawasan yang benar?” tambah dia.
Buktinya, kenaikan dan kelangkaan migor ini telah memicu kenaikan inflasi di Sumut, dan meningkatnya konsumsi masyarakat.

Hal tersebut juga akan berdampak pada kenaikan harga komoditas bahan pokok pangan lainnya, terutama menjelang bulan puasa Ramadhan dan Idul Fitri 2022 ini nantinya.

JANGAN SALAH PILIH

Ke depan, Gubsu Edy Rahmayadi agar jangan salah pilih lagi dan menentukan pejabat eselon II setara kepala dinas yang membidangi perdagangan di Sumut.

“Rakyat Sumut perlu dibela dan dilindungi hak-haknya, terutama berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, sesuai amanah UUD Pasal 33,” jelasnya. (01/MU)

News Feed